Damkar Kupang Bagikan Langkah Awal Hadapi Kebakaran
- 08 Jul 2026 20:08 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang mengimbau masyarakat melakukan langkah penanganan awal apabila menemukan kebakaran sambil menunggu petugas tiba di lokasi. Mitigasi dini dinilai penting untuk mencegah api membesar sekaligus mengurangi risiko korban jiwa.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik ketika melihat kebakaran. Setelah itu, warga diimbau segera menghubungi layanan darurat Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang melalui nomor (0380) 821467 atau (0380) 113.
“Untuk kebakaran yang dipicu arus listrik, masyarakat diminta memutus aliran listrik dengan mematikan meteran terlebih dahulu. Setelah kondisi dinyatakan aman, masyarakat dapat melakukan penanganan awal dan segera menghubungi pihak PLN,” kata Kepala Bidang Pengendalian Operasi Pemadaman dan Penyelamatan, Tomas Huwa saat siaran di RRI Kupang, Selasa, 7 Juli 2026.
Sementara itu, Ia menambahkan apabila kebakaran berasal dari kompor atau tabung gas, masyarakat tidak dianjurkan menyiram api secara langsung menggunakan air. Api dapat dipadamkan dengan menutup permukaan kompor menggunakan handuk basah, sedangkan pada kompor gas regulator harus segera dilepas apabila situasi memungkinkan untuk dilakukan dengan aman.
“Masyarakat memanfaatkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) apabila tersedia di rumah, perkantoran, maupun tempat usaha. Penggunaan APAR pada tahap awal dapat membantu mengendalikan api sebelum membesar,” lanjutnya.
Selain melakukan penanganan awal, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diminta tidak berkerumun di sekitar lokasi kebakaran karena dapat membahayakan diri sendiri sekaligus menghambat akses petugas pemadam saat melakukan operasi penyelamatan dan pemadaman.
Ia juga menegaskan keberhasilan penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas, tetapi juga kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan mitigasi awal. Dengan pelaporan yang cepat, tindakan yang tepat, dan kerja sama seluruh pihak, dampak kebakaran diharapkan dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....