Korban Tenggelam di Sungai Kedukan Ditemukan Meninggal di Perairan Sungai Musi

  • 08 Jul 2026 07:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama tiga hari oleh tim gabungan. Korban berinisial I.S. (34) ditemukan di Perairan Sungai Musi, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, Senin, 6 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Penemuan korban mengakhiri upaya pencarian yang melibatkan personel Polsek Rambutan, Basarnas Sumatera Selatan, BPBD Kabupaten Banyuasin, pemerintah desa, serta masyarakat. Selanjutnya, jenazah dievakuasi untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut keterangan kepolisian, korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu, 4 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Berdasarkan informasi dari keluarga, korban diduga menuju kawasan sungai yang berada di belakang rumahnya di Desa Sungai Kedukan.

Keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki gangguan kejiwaan serta keterbatasan dalam berjalan. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim gabungan dalam menentukan pola pencarian di sepanjang aliran sungai.

Selama proses pencarian, tim gabungan menyisir aliran Sungai Komering hingga wilayah Desa Sungai Dua. Penyisiran dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan jalur perairan dan berkoordinasi dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Korban akhirnya ditemukan oleh dua anak buah kapal tongkang pasir yang sedang berada di Perairan Sungai Musi. Mengetahui adanya seseorang yang mengapung di sekitar kapal, keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas kepolisian perairan.

Kasi Humas Polres Banyuasin, IPTU Abu Bakar mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian," ujar Abu Bakar.

Setelah menerima laporan penemuan tersebut, tim gabungan berkoordinasi untuk melakukan proses identifikasi di RS Bhayangkara Palembang. Setelah seluruh tahapan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Sungai Kedukan.

Abu Bakar juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama terhadap anggota keluarga yang memerlukan perhatian khusus.

"Pengawasan dari keluarga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa," katanya.

Seluruh rangkaian pencarian hingga penyerahan jenazah kepada keluarga berlangsung dengan aman dan tertib. Kepolisian memastikan koordinasi lintas instansi berjalan baik sehingga proses penanganan dapat diselesaikan sesuai prosedur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....