Fenomena Dust Devil Muncul di Kawasan Wisata Gunung Bromo
- 07 Jul 2026 17:58 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Fenomena dust devil atau pusaran udara berputar teramati di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, dan videonya viral di media sosial melalui akun @wisata_jatim serta dibagikan oleh akun resmi BMKG Juanda.
- Dust devil terbentuk ketika udara panas dan kering di permukaan tanah bergerak naik dengan cepat lalu bertemu lapisan udara lebih dingin, menciptakan pusaran yang mampu mengangkat debu, pasir, dan serpihan kecil.
- BMKG menekankan bahwa dust devil berbeda dengan tornado karena terbentuk dalam cuaca cerah, memiliki skala lebih kecil, dan berlangsung lebih singkat, sementara masyarakat diimbau waspada dan menjaga jarak dari pusaran tersebut.
RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena angin berputar atau dust devil terlihat di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Peristiwa tersebut menjadi perhatian wisatawan dan warganet setelah videonya beredar di media sosial melalui akun @wisata_jatim dan dibagikan kembali oleh akun resmi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Juanda.
Dalam unggahannya, BMKG menjelaskan bahwa dust devil merupakan pusaran udara berukuran kecil tetapi cukup kuat yang terbentuk ketika udara panas dan kering di permukaan tanah bergerak naik dengan cepat, kemudian bertemu dengan lapisan udara yang lebih dingin di atasnya. Proses tersebut membentuk pusaran udara yang mampu mengangkat debu, pasir, hingga serpihan kecil di sekitarnya.
Fenomena ini umumnya terjadi saat cuaca cerah dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi. Kondisi permukaan tanah yang kering serta kelembapan udara yang rendah turut mendukung terbentuknya pusaran debu tersebut.
BMKG menyebutkan beberapa faktor utama penyebab dust devil, antara lain:
Pemanasan permukaan tanah yang intens akibat sinar matahari, tutupan awan yang sangat sedikit atau cuaca cerah, Banyaknya debu dan pasir di permukaan tanah, Kelembapan udara yang rendah, dan Kondisi tanah yang kering.
Fenomena dust devil berbeda dengan angin puting beliung atau tornado. Meski sama-sama berbentuk pusaran, dust devil terbentuk dalam kondisi cuaca cerah dan umumnya memiliki skala yang lebih kecil serta berlangsung dalam waktu singkat.
Masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan berpasir seperti Gunung Bromo diimbau untuk tetap waspada apabila melihat pusaran debu. Sebaiknya menjaga jarak agar terhindar dari debu yang beterbangan maupun benda-benda ringan yang dapat terangkat oleh pusaran angin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....