Cara Meredam Emosi bagi Orang Bertaqwa

  • 07 Jul 2026 17:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Mengendalikan emosi merupakan salah satu bentuk kecerdasan spiritual dan sosial yang perlu dimiliki setiap orang. Tema tersebut menjadi pembahasan dalam Dialog Mutiara Pagi PRO1 RRI Makassar edisi Selasa, 7 Juli 2026, dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Hj. Rahmi Damis, M.A., akademisi dan mubalig Kota Makassar yang dipandu Arfan Yusri,

Dalam dialog , Prof. DR.HJ Rahmi Damis,MA menjelaskan bahwa marah merupakan fitrah yang dimiliki setiap manusia. Namun, Islam tidak mengajarkan umatnya melampiaskan kemarahan tanpa kendali. Sebaliknya, Rasulullah Muhammad memberikan teladan tentang bagaimana mengelola emosi dengan penuh kesabaran, sehingga kemarahan tidak berubah menjadi perbuatan atau ucapan yang menyakiti orang lain.

"Rasulullah mengajarkan bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan lawannya, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika sedang marah. Pengendalian emosi adalah bagian dari akhlak mulia bagian dari orang yang bertaqwa yang harus terus dilatih dalam kehidupan sehari-hari," ujar Prof. Rahmi Damis.

Ia menjelaskan, Rasulullah memberikan beberapa tuntunan praktis ketika seseorang sedang diliputi amarah, di antaranya membaca ta'awudz atau memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan, memilih diam agar tidak mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, mengubah posisi tubuh dari berdiri menjadi duduk atau berbaring, serta berwudu untuk menenangkan diri. Menurut Prof. Rahmi, langkah-langkah tersebut bukan hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga terbukti mampu membantu seseorang mengendalikan reaksi emosional sebelum mengambil keputusan.

Lebih lanjut, Prof. Rahmi menekankan bahwa keluarga menjadi tempat pertama dalam membangun kecerdasan emosional. Orang tua perlu memberikan teladan kepada anak-anak dalam menghadapi persoalan dengan kepala dingin, mengedepankan musyawarah, dan membiasakan saling memaafkan. Sikap tersebut akan membentuk karakter yang sabar, empatik, dan mampu menyelesaikan konflik secara bijaksana.

"Ketika marah, janganlah langsung bereaksi. Beri kesempatan hati untuk tenang dengan mengingat Allah, memperbanyak istigfar dan zikir, lalu pikirkan dampak dari setiap ucapan maupun tindakan. Rasulullah telah memberikan contoh bahwa kelembutan dan kesabaran jauh lebih kuat daripada kemarahan yang dilampiaskan," jelas Prof. Rahmi Damis.

Menutup dialog, Prof. Rahmi Damis mengajak masyarakat menjadikan ajaran Rasulullah Muhammad sebagai pedoman dalam mengelola emosi di tengah berbagai tantangan kehidupan. Ia berpesan agar setiap persoalan diselesaikan dengan kesabaran, keikhlasan, dan akhlak yang baik. "Mari kita biasakan menahan amarah, memperbanyak maaf, dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika emosi mampu kita kendalikan, insya Allah keluarga menjadi lebih harmonis, hubungan sosial semakin baik, dan hati pun dipenuhi ketenangan sebagaimana dicontohkan Rasulullah ," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....