Produksi Beras Turun, Kilang Padi di Asahan Kesulitan Dapatkan Gabah

  • 06 Jul 2026 22:51 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dua kilang padi di Kabupaten Asahan mengakui produksi beras mengalami penurunan akibat terbatasnya pasokan gabah dari petani. Kondisi tersebut berdampak terhadap berkurangnya distribusi beras premium ke Kota Tanjungbalai.

Fakta itu terungkap saat tim gabungan Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Satgas Pangan melakukan monitoring ke PT Jampalan Baru dan Kilang Padi AA, Senin, 6 Juli 2026. Monitoring dilakukan untuk mengetahui penyebab kelangkaan beras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Management Representative PT Jampalan Baru, Khairani, menjelaskan penurunan produksi terjadi karena pasokan gabah yang diterima perusahaan jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat kapasitas penggilingan tidak dapat berjalan secara optimal.

Khairani mengatakan pihaknya juga mengalami kesulitan memperoleh gabah dari luar daerah. Upaya mendatangkan gabah dari Aceh yang sebelumnya menjadi alternatif kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan produksi.

"Gabah susah. Tahun lalu kami minta dari Aceh, tapi tahun ini semuanya habis. Mereka juga kekurangan," ujarnya.

Selain itu, Khairani mengungkapkan stok beras yang tersedia di gudang diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan produksi untuk 2 hingga 3 bulan ke depan. Situasi tersebut menjadi perhatian karena permintaan pasar tetap tinggi.

Sementara itu, Pemilik Kilang Padi AA, Ahun, mengungkapkan produksi di tempat usahanya merosot hingga sekitar 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tingginya harga gabah saat panen raya membuat pelaku usaha tidak berani membeli dalam jumlah besar.

"Sebulan ini hancur, gabah tidak ada. Saat panen raya kami tidak berani ambil banyak karena harga sudah tinggi. Ternyata sekarang gabah susah didapat," katanya.

Ahun menjelaskan pihaknya kini mencari gabah hingga ke Kabupaten Tapanuli Utara dengan harga yang lebih tinggi. Akibat keterbatasan bahan baku, Kilang Padi AA juga untuk sementara menghentikan produksi beras kemasan lima kilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....