Lansia Tewas dalam Kebakaran di Palmerah Diduga Dipicu Lilin Jatuh

  • 06 Jul 2026 16:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang lanjut usia bernama Suratman (81) yang tewas dalam kebakaran di Jalan Pamerah Utara III RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu, 5 Juli 2026 malam, diduga dipicu karena lilin yang terjatuh ke kain penutup meja di dalam rumah korban.

Ketua RT 15 RW 08, Ali Hamzah menjelaskan, insiden ini bermula selepas waktu magrib sekira pukul 18.10 WIB. Ali mengatakan, warga sebelumnya telah melihat korban membeli lilin dan sempat mencari kabel sejak sore hari.

“Yang warga sebelahan tahu, beliau dari sore nyari lilin sama kabel. Enggak tahu mau dipakai buat apa. Habis magrib sekitar jam 6 lewat sudah ada asap dari dalam rumah,” kata Ali kepada wartawan di lokasi, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Ali, korban menyalakan lilin tersebut untuk membantu penerangan saat beraktivitas di dalam rumah. Namun lilin tersebut diduga jatuh ke telapak meja yang berbahan kain hingga memicu kebakaran.

“Lilin dibakar, kebetulan mejanya beralaskan kain. Jadi lilinnya jatuh, terbakar, keluar asap. Karena panik dia mau ambil air, tapi api sudah cepat membesar,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Ali, api dengan cepat menjalar ke bangunan lain lantaran sebagian besar bangunan di lokasi berbahan kayu. Kobaran api pun bahkan sempat merambat hingga ke tiang listrik di sekitar permukiman.

“Di sini banyak rumah kayu, jadi cepat tembus apinya. Kalau rumah batu masih bisa menahan, tapi yang kayu habis semua,” ucapnya.

Ali mengaku sempat mendobrak pintu rumah korban karena menduga masih ada orang di dalam. Namun pencarian awal belum membuahkan hasil.

“Kita sempat nyari keluar semua, takutnya beliau lari keluar. Saya juga sempat nendang pintu karena kirain pintunya buka ke dalam, ternyata bukanya ke luar,” katanya.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB di dekat kamar mandi dalam kondisi tertimbun puing kebakaran. Jenazah ditemukan oleh petugas PPSU bersama aparat kepolisian menggunakan bantuan senter.

“Waktu itu puingnya sudah tinggi. Baru PPSU sama polisi pakai lampu, terus kelihatan korban di dekat kamar mandi,” ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak enam bangunan terdampak kebakaran dengan total 7 kepala keluarga (KK).

Sementara itu, Kasiops Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api melahap kawasan tersebut.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam rumah. Korban merupakan laki-laki berusia 81 tahun,” kata Syaiful saat dikonfirmasi, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, laporan awal kebakaran diterima petugas pada pukul 18.31 WIB usai warga melihat kepulan asap dan kobaran api dari lantai dua salah satu rumah.

Kemudian warga langsung melaporkan kejadian itu melalui layanan darurat Jakarta siaga 112 sehingga petugas pemadam segera menuju lokasi.

“Berdasarkan kronologi, sekitar pukul 18.28 WIB warga melihat asap disertai kobaran api dari lantai dua salah satu rumah,” ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan proses pemadaman dan berhasil melokalisasi api pada pukul 19.19 WIB.

Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 19.36 WIB sebelum seluruh penanganan dinyatakan selesai pada pukul 20.18 WIB.

Dalam proses penanganan kebakaran, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 100 personel gabungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....