Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah: Asa Warga untuk Revitalisasi JIC
- 17 Jul 2026 19:17 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Bagi warga Koja, Jakarta Utara, bangunan megah Jakarta Islamic Centre (JIC) bukan sekadar tumpukan beton dan kubah tempat beribadah. JIC adalah simbol perubahan zaman, sebuah monumen keberanian sosial yang mengubah wajah kawasan eks-lokalisasi terbesar di Asia, Kramat Tunggak, menjadi pusat peradaban Islam yang meneduhkan sejak era Gubernur Sutiyoso.
Namun, kedamaian itu terusik sejak tragedi kebakaran hebat melanda pada tahun 2022 lalu. Hingga kini, sisa-sisa pilu kebakaran itu masih jelas terlihat, menyisakan ruang kosong di hati warga sekitar yang merindukan riuhnya aktivitas keagamaan dan sosial di sana.
Meneteskan Air Mata di Tiap Langkah Melintas
Bagi Bagus warga setempat, melihat kondisi JIC saat ini mendatangkan kesedihan yang mendalam. JIC yang dulu mampu menampung hingga 10.000 jemaah, kini tampak terbelenggu dalam penantian panjang proses pembangunan kembali.
"Setiap kali saya melintas atau main ke kawasan Jakarta Islamic Centre, rasanya mau meneteskan air mata. Dulu kalau salat di sini rasanya nyaman sekali, adem. Sekarang kondisinya memprihatinkan, bangunannya hancur dan terbengkalai. Sebagai warga setempat, saya sangat sedih," ujar Bagus warga Koja dengan suara bergetar ketika ditemui RRI Jakarta, Jum'at 17 Juli 2026.
Kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang ingin beribadah. JIC telah lama berfungsi sebagai ruang komunal multi-fungsi. Aula besarnya sering menjadi saksi bisu kebahagiaan warga kelas menengah ke bawah yang menggelar acara pernikahan (wedding), sementara ruang-ruang kelasnya menjadi pusat syiar agama yang hidup.
Harapan Baru untuk JIC yang Lebih Ramah dan Inklusif
Di tengah penantian revitalisasi yang belum kunjung terealisasi sepenuhnya, warga tidak hanya berharap bangunan tersebut kembali berdiri megah seperti sedia kala. Mereka menaruh harapan agar JIC masa depan lahir menjadi tempat yang lebih ramah bagi semua kalangan, terutama bagi para lansia.
Ada beberapa catatan penting dari sudut pandang warga sekitar untuk pembangunan JIC ke depan:
Perbaikan Akses Fasilitas Utama: Warga berharap tata letak tempat wudhu dan toilet umum didesain ulang agar lebih mudah diakses.
Desain yang Ramah Lansia: Luasnya kawasan JIC sering kali membuat para jemaah senior (sepuh) merasa kebingungan (keder) mencari jalan menuju fasilitas bersuci. Warga menyarankan adanya penambahan papan petunjuk yang jelas atau fasilitas penunjang seperti lift/jalur khusus.
Fungsi Sosial yang Utuh: Kembalinya fungsi aula untuk kegiatan ekonomi dan sosial warga sekitar.
Revitalisasi Jakarta Islamic Centre bukan lagi sekadar proyek perbaikan infrastruktur fisik milik pemerintah daerah. Bagi masyarakat Koja, ini adalah tentang mengembalikan ruang spiritual, ruang sosial, dan kebanggaan yang sempat hilang dilalap api.
Warga berharap, janji pembangunan kembali itu bisa segera diwujudkan agar adzan bisa kembali berkumandang merdu di bawah kubah barunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....