Mengukir Bahagia di Balik Ujian, saat Cobaan Menjadi Jalan nenuju Kedewasaan
- 05 Jul 2026 05:06 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Mengukir bahagia di balik ujian adalah proses mengubah rasa sakit menjadi rasa syukur. Ini bukan tentang menolak emosi, melainkan melatih penerimaan. Setiap ujian, entah itu cobaan kesedihan maupun ujian berupa kebahagiaan, adalah cara Allah menguji kualitas diri kita.
Ustadz Ahmad Said Samsuri, Kasi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu diukur dari banyaknya harta, jabatan, atau kemudahan yang dimiliki seseorang. Kebahagiaan lahir ketika hati mampu menerima ketetapan Allah dengan penuh keikhlasan. Orang yang bersyukur saat memperoleh nikmat dan tetap bersabar ketika menghadapi musibah akan merasakan ketenangan yang tidak mudah tergoyahkan oleh keadaan.
Ia mengajak masyarakat agar tidak mudah berputus asa ketika menghadapi persoalan hidup. Setiap kesulitan hendaknya dijadikan momentum untuk memperbanyak doa, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Sikap tersebut akan melahirkan optimisme bahwa setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.
“Bahwa manusia pasti akan diuji, bisa dengan rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, namun Allah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Tentu ini menjadi pengingat bahwa setiap ujian memiliki batas dan selalu disertai janji pertolongan bagi mereka yang tetap beriman,” katanya saat di Mutiara Pagi RRI, Sabtu, 4 Juli 2026.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat agar tidak mudah berputus asa ketika menghadapi persoalan hidup. Setiap kesulitan hendaknya dijadikan momentum untuk memperbanyak doa, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Sikap tersebut akan melahirkan optimisme bahwa setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.
Ustadz Said juga mengingatkan pentingnya saling menguatkan di tengah masyarakat. Seseorang yang sedang mengalami ujian tidak membutuhkan penilaian atau cibiran, melainkan dukungan, empati, dan doa. Kehadiran keluarga, tetangga, maupun sahabat dapat menjadi sumber kekuatan agar seseorang mampu bangkit dari keterpurukan.
Menurutnya, kebahagiaan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk tetap bersyukur, bersabar, dan bertawakal dalam setiap keadaan. Dengan cara itulah, setiap ujian dapat menjadi jalan menuju kematangan pribadi sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....