WTP ke-10 Diraih Kemenag, Tata Kelola Keuangan Kian Akuntabel
- 03 Jul 2026 20:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025. Raihan ini menjadi pencapaian istimewa karena merupakan opini WTP ke-10 secara berturut-turut sejak tahun 2016.
Predikat WTP merupakan opini audit tertinggi dari BPK yang menandakan laporan keuangan pemerintah telah disusun sesuai standar akuntansi pemerintahan, sehingga dinilai transparan, akuntabel, dan layak dipercaya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran negara.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyebut capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama dalam menjaga tata kelola keuangan negara yang profesional dan berintegritas. "Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Kementerian Agama, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Ini menunjukkan komitmen kita untuk terus mengelola keuangan negara secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Ali Yafid di ruang kerjanya di Makassar, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menegaskan, mempertahankan opini WTP selama satu dekade bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kerja sama seluruh aparatur dalam memastikan setiap proses pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan.
Ali Yafid pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kementerian Agama di Sulawesi Selatan yang dinilainya turut berkontribusi dalam keberhasilan tersebut. "Selamat dan terima kasih kepada seluruh jajaran ASN Kementerian Agama di Sulawesi Selatan. Prestasi ini tentu tidak lepas dari kontribusi seluruh satuan kerja yang selama ini menjaga kualitas pengelolaan keuangan dengan baik," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar raihan WTP tidak membuat seluruh jajaran cepat berpuas diri. Menurutnya, pengelolaan anggaran negara harus terus ditingkatkan agar semakin efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ali Yafid menjelaskan, Kementerian Agama terus melakukan berbagai pembenahan dalam tata kelola keuangan, mulai dari penguatan sistem pengendalian internal, peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran, hingga membangun budaya integritas di seluruh satuan kerja. "Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberi dampak bagi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Itulah komitmen yang akan terus kami jaga," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....