Kemenag Sulsel Gelar Rakerwil di Malino, Ali Yafid Tekankan Kekompakan dan Inovasi
- 17 Jul 2026 03:33 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Gowa - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menegaskan pentingnya inovasi, kolaborasi, dan penguatan budaya kerja humanis saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama Sulsel di Villa Bahagia 4 Malino, Kabupaten Gowa, Rabu, 15 Juli 2026 malam. Kegiatan yang diikuti Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Kasubbag Tata Usaha, serta Kepala MAN, MTsN, dan MIN se-Sulawesi Selatan itu diawali dengan laporan panitia oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin.
Dalam arahannya, Ali Yafid menekankan bahwa Rakerwil bukan sekadar agenda evaluasi dan penyusunan program kerja, melainkan menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama di Sulawesi Selatan. "Raker ini bukan sekadar membahas program, ini adalah ajang silaturahmi agar kita semakin kompak dalam membangun Kementerian Agama," ujarnya.
Ali Yafid juga menyampaikan sejumlah poin penting hasil Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama Tahun 2026, termasuk kebijakan Work From Anywhere (WFA) setiap hari Jumat yang tetap diberlakukan sesuai Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan.
Menurutnya, inovasi justru harus terus lahir dalam situasi yang penuh tantangan.
"Efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi semangat kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Inovasi harus tetap menjadi budaya kerja di setiap satuan kerja," tegasnya.
Rakerwil tahun ini juga menjadi forum berbagi praktik baik antar-satuan kerja. Seluruh Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota mempresentasikan program unggulan yang telah dijalankan sebagai referensi dan inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Ali Yafid turut mengapresiasi berbagai capaian Kanwil Kemenag Sulsel, di antaranya kontribusi terhadap keberhasilan Kementerian Agama mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta prestasi nasional dalam pengelolaan Education Management Information System (EMIS) Madrasah dan Pondok Pesantren.
Ia mendorong seluruh Kepala Kantor Kemenag, Kepala Bidang, Pembimbing Masyarakat (Pembimas), hingga Kepala Madrasah Negeri untuk terus melahirkan gagasan baru yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. "Kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada seluruh jajaran untuk berinovasi. Jika idenya baik dan bermanfaat, tentu kita dukung bersama," kata Ali Yafid.
Menutup arahannya, Kakanwil mengajak seluruh pimpinan di lingkungan Kementerian Agama Sulsel membangun budaya kerja yang humanis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan).
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....