Kemnaker Siapkan Digital Camp untuk Tingkatkan Literasi UMKM
- 03 Jul 2026 15:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Semarang meluncurkan program Digital Camp untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wirausaha pemula. Program ini membekali peserta dengan literasi digital, literasi keuangan, dan pendampingan usaha agar mampu beradaptasi di era transformasi digital.
Program diawali dengan proses penjaringan dan seleksi peserta. Pada tahap awal, Digital Camp ditargetkan diikuti sekitar 100 pelaku usaha dengan antusiasme pendaftar yang cukup tinggi.
Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Ekonomi, Aris Wahyudi, mengatakan Digital Camp merupakan ekosistem pembelajaran yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya. Hal itu disampaikannya saat ditemui di BPVP Semarang, Kamis, 3 Juli 2026.
Menurutnya, konsep tersebut berbeda dengan pelatihan konvensional karena mengedepankan proses belajar berbasis digital. "Camp ini bukan camping di alam terbuka, tetapi ekosistem pembelajaran secara digital yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya," ujar Aris
Aris menjelaskan, materi awal yang diberikan berfokus pada literasi digital dan literasi keuangan. Setelah itu, peserta akan mendapatkan pendampingan yang lebih spesifik sesuai bidang usaha masing-masing.
Pendampingan dilakukan oleh mentor dan praktisi bisnis yang telah berpengalaman. Materinya meliputi aspek teknis produksi, pengembangan produk, pemasaran, akses permodalan, hingga konsultasi bisnis agar pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing dan naik kelas.
Menurut Aris, Digital Camp merupakan bagian dari transformasi model pelatihan vokasi yang selama ini lebih banyak dilakukan secara konvensional. Dengan pendekatan digital, proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan dapat menjangkau peserta lebih luas.
Meski saat ini masih dalam tahap uji coba dengan peserta dari Semarang dan sekitarnya, konsep Digital Camp memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah mengikuti pelatihan. Syaratnya, peserta memiliki akses internet yang memadai.
"Ke depan domisili tidak lagi menjadi kendala. Siapa pun bisa mengikuti pembelajaran secara daring selama memiliki koneksi internet yang memadai," katanya.
Selain meningkatkan kompetensi, Digital Camp juga membekali pelaku usaha agar lebih siap menghadapi risiko di ruang digital. Kemampuan memilah informasi yang benar serta menghindari penipuan digital dan keuangan dinilai menjadi bekal penting dalam mengembangkan usaha.
Aris berharap media turut menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut agar semakin banyak pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan tersebut. "Di tengah disrupsi teknologi, kami ingin memberikan harapan dan solusi agar pelaku usaha dapat terus berkembang melalui pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....