Perkuat Sistem Keamanan Digital, Pemkot Salatiga Asah Tim Tanggap Insiden Siber
- 16 Jul 2026 07:21 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Pemkot Salatiga menggelar pelatihan drill test penanganan insiden siber untuk Tim Salatiga-CSIRT di Gedung Setda pada 15 Juli 2026 untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.
- Peserta pelatihan terdiri atas pengelola sistem elektronik, pranata komputer, administrator jaringan, dan pejabat teknologi informasi yang dibekali kemampuan mendeteksi, merespons, dan menangani insiden siber secara cepat dan tepat.
- Berdasarkan monitoring tahun 2025, Pemkot Salatiga telah menangani 34 insiden keamanan siber dan melaksanakan 18 kegiatan IT Security Assessment serta Vulnerability Assessment terhadap sistem elektronik strategis.
- Wali Kota Salatiga menekankan bahwa setiap hasil drill test harus ditindaklanjuti menjadi perbaikan nyata, baik dalam penyempurnaan SOP, kapasitas SDM, maupun infrastruktur keamanan.
RRI.CO.ID, Salatiga – Pemerintah Kota(Pemkot) Salatiga memperkuat sistem keamanan digital dengan mengasah kemampuan Tim Salatiga-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) melalui pelatihan drill test penanganan insiden siber. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
Pelatihan digelar di Ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika itu diikuti anggota Salatiga-CSIRT dari berbagai organisasi perangkat daerah.
Peserta terdiri atas pengelola sistem elektronik, pranata komputer, administrator jaringan, hingga pejabat pengelola teknologi informasi. Mereka dibekali kemampuan mendeteksi, merespons, dan menangani insiden siber secara cepat dan tepat.
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengatakan keamanan siber menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital. "Pemerintah Kota Salatiga telah menunjukkan komitmen melalui pembentukan Salatiga-CSIRT dan pelaksanaan pengujian keamanan sistem berkala," ujarnya.
Ia menegaskan hasil pelatihan tidak boleh berhenti sebatas simulasi. Setiap temuan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola keamanan informasi di lingkungan pemerintah.
"Every hasil Drill Test harus ditindaklanjuti menjadi perbaikan nyata. Baik dalam penyempurnaan SOP, kapasitas SDM, maupun infrastruktur keamanan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Salatiga, Tri Prawiati, mengatakan ancaman siber merupakan tantangan yang dihadapi setiap instansi. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pertahanan digital.
"Berdasarkan hasil monitoring selama Tahun 2025, Pemkot Salatiga telah menangani 34 insiden keamanan siber. Kami juga telah melaksanakan 18 kegiatan IT Security Assessment serta Vulnerability Assessment terhadap berbagai sistem elektronik strategis," ucapnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI. Materi yang diberikan meliputi manajemen penanganan insiden, simulasi drill test, evaluasi, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Salatiga berharap kemampuan Tim Salatiga-CSIRT semakin meningkat. Kesiapan itu diharapkan mampu mendukung terwujudnya pemerintahan digital yang aman, adaptif, dan terpercaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....