BPBD Kota Bandung Warga Diimbau Hemat Air dan Waspadai Risiko Heat Stroke

  • 03 Jul 2026 12:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mengintensifkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi dan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan telah menyiapkan berbagai upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak musim kemarau, baik dari sisi ketersediaan air bersih maupun potensi gangguan kesehatan masyarakat.

‎"Sudah ada buletin dari BMKG. Kemungkinan puncak musim kemarau terjadi sekitar bulan Agustus sampai September, dan diperkirakan berlangsung lebih panjang. Karena itu kami melakukan berbagai langkah antisipasi, tidak hanya terkait potensi kekurangan air bersih, tetapi juga dampak kesehatan yang mungkin muncul," ujar Amires, Jumat 3 Juli 2026.

‎Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu udara yang semakin panas. BPBD juga mengingatkan warga untuk belajar dari fenomena gelombang panas (heat wave) yang terjadi di sejumlah negara Eropa, meski kondisi di Indonesia berbeda.

‎Ia menjelaskan bahwa cuaca panas yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti heat stroke atau serangan panas, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

‎"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan saat cuaca sedang sangat terik. Jika memang harus beraktivitas, usahakan menggunakan pelindung diri, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, dan beristirahat apabila mulai merasakan gejala kelelahan akibat panas," katanya.

‎Selain itu, BPBD Kota Bandung juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi penurunan pasokan air di beberapa wilayah yang rawan terdampak kekeringan.

‎"Penghematan penggunaan air bersih juga perlu dilakukan. Gunakan air seperlunya dan atur pemakaiannya dengan baik agar persediaan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....