Pemerintah Mulai Petakan Jumlah Kamar Hotel jelang MotoGP Mandalika 2026
- 02 Jul 2026 15:09 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan MotoGP Mandalika 2026 yang akan digelar 9-11 Oktober mendatang.
- Pemerintah telah memetakan sekitar 18 ribu kamar hotel dan penginapan yang tersebar di sejumlah kawasan penyangga MotoGP Mandalika.
- Persiapan MotoGP Mandalika 2026 juga mencakup integrasi layanan transportasi, keamanan, dan informasi wisata.
RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan MotoGP Mandalika 2026 yang akan digelar 9-11 Oktober mendatang. Fokus utama persiapan meliputi ketersediaan akomodasi, integrasi transportasi, hingga pengendalian tarif hotel agar wisatawan mendapatkan pelayanan yang lebih baik selama ajang balap dunia berlangsung.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Chandra Aprinova, mengatakan pemerintah telah memetakan sekitar 18 ribu kamar hotel dan penginapan yang tersebar di sejumlah kawasan penyangga MotoGP Mandalika.
"Kami telah menzonasi kawasan Mandalika, Mataram, Senggigi, Gili, hingga sebagian Lombok Timur seperti Ekas. Dari pemetaan awal tersedia sekitar 18 ribu kamar yang nantinya akan disesuaikan dengan proyeksi jumlah penonton dari luar NTB," kata Chandra kepada RRI Mataram, Kamis 2 Juli 2026.
Menurutnya, Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan asosiasi hotel di setiap kawasan untuk memastikan data ketersediaan kamar selalu diperbarui. Langkah tersebut bertujuan agar distribusi wisatawan selama MotoGP Mandalika 2026 dapat berlangsung merata dan tidak menumpuk di satu kawasan.
Selain memastikan kapasitas hotel mencukupi, Pemprov NTB juga berupaya mengantisipasi lonjakan tarif akomodasi yang selama ini menjadi keluhan sebagian wisatawan saat penyelenggaraan MotoGP.
"Harga memang mengikuti mekanisme pasar atau supply and demand. Namun kami berharap ada kesepakatan bersama para pelaku hotel agar kenaikan tarif tetap wajar dan tidak memberatkan wisatawan," ujarnya.
Chandra menegaskan pemerintah tidak akan mengintervensi penetapan harga hotel karena merupakan ranah bisnis. Namun pemerintah akan memfasilitasi komunikasi antara asosiasi hotel agar tercipta kesepahaman mengenai batas kewajaran kenaikan tarif selama penyelenggaraan event internasional tersebut.
Persiapan MotoGP Mandalika 2026 juga mencakup integrasi layanan transportasi, keamanan, dan informasi wisata. Pemerintah ingin seluruh layanan saling terhubung sehingga mobilitas penonton menuju kawasan Mandalika maupun destinasi wisata lain di Pulau Lombok menjadi lebih mudah.
Tak hanya itu, Pemprov NTB mendorong pelaku hotel, maskapai penerbangan, biro perjalanan, dan operator tur menyusun paket wisata terpadu. Paket tersebut diharapkan menggabungkan tiket pesawat, hotel, tiket MotoGP, transportasi lokal, serta kunjungan ke destinasi wisata unggulan di NTB.
Strategi bundling tersebut diyakini mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja wisata selama MotoGP Mandalika 2026. Pemerintah juga akan memperkuat penyelenggaraan berbagai event pendamping sebelum dan sesudah balapan untuk memperbesar dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....