Bawang Merah dan Ikan Layang Dominasi Inflasi Sulbar Periode Juni 2026
- 02 Jul 2026 15:22 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat mengungkapkan sejumlah komoditas pangan masih menjadi penyumbang utama inflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) periode Juni 2026.
Meski demikian, besaran andil masing-masing komoditas relatif kecil sehingga tekanan inflasi di daerah tetap terkendali. BPS mencatat inflasi bulanan Sulawesi Barat diangka 0,48 persen.
Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, menjelaskan komoditas yang paling besar mendorong inflasi pada Juni 2026 adalah bawang merah dengan andil sebesar 0,16 persen. Selanjutnya diikuti ikan layang sebesar 0,12 persen, cabai merah 0,10 persen, cabai rawit 0,05 persen, dan pelumas sebesar 0,04 persen.
"Secara month to month itu komoditi yang mendorong inflasi itu ada bawang merah, ikan layang, cabai merah, cabai rawit dan pelumas. Tapi tipis-tipis ini masing-masing bawang merahnya itu 0,16 persen, ikan layangnya 0,12 persen, cabai merah 0,10 persen, cabai rawit 0,05 persen dan pelumas 0,04 persen," ujar Suri Handayani, saat diwawancara di Aula Kantornya, Kamis, 2 Juli 2026.
Di sisi lain, BPS mencatat terdapat sejumlah komoditas yang justru memberikan andil terhadap penurunan inflasi atau menjadi faktor penghambat kenaikan harga pada Juni 2026.
Komoditas yang paling besar menahan inflasi adalah tomat dengan andil deflasi sebesar 0,19 persen. Penurunan harga juga terjadi pada komoditas cumi-cumi sebesar 0,06 persen, pisang 0,05 persen, minyak kelapa 0,03 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,02 persen.
"Sementara yang menghambat inflasi secara month to month ada tomat 0,19 persen, artinya mengalami penurunan harga. Kemudian cumi-cumi 0,06 persen, pisang 0,05 persen, minyak kelapa 0,03 persen dan telur ayam ras 0,02 persen," jelasnya.
BPS menilai pergerakan harga pada Juni menunjukkan adanya keseimbangan antara komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga. Kondisi tersebut membuat tekanan inflasi bulanan di Sulawesi Barat tetap berada pada level yang terkendali, meskipun terjadi fluktuasi harga pada sejumlah bahan pangan utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....