Keluarga Jadi Benteng Utama Cegah Penyalahgunaan Narkoba

  • 03 Jul 2026 06:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penyalahgunaan narkoba tidak lagi hanya mengancam individu, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga. Di tengah meningkatnya peredaran narkoba yang menyasar usia produktif, keluarga dinilai memegang peran penting sebagai benteng pertama dalam membangun karakter dan melindungi anak sejak dini.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam siaran Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin bersama Laung Kuning Banjar (LKB), Selasa, 30 Juni 2026. Program ini menghadirkan Ketua Bidang Keamanan LKB Abdul Aziz, S.H., Dewan Pertimbangan LKB Akhmadi, S.Pd., serta Penyuluh Narkoba Ahli Muda, Pergiwati Pristiana Kusuma, S.Psi., sebagai narasumber.

Ketiga narasumber menyoroti pentingnya komunikasi, pengawasan, dan penguatan nilai-nilai keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurut mereka, keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter sekaligus benteng utama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif.

Pergiwati Pristiana Kusuma mengatakan keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak. Menurutnya, komunikasi yang sehat dan rasa aman di rumah menjadi fondasi agar anak tidak mencari pelarian ke lingkungan yang berisiko.

"Orang tua harus mampu menjadi tempat paling aman bagi anak untuk bercerita," ujarnya. "Ketika komunikasi tidak berjalan baik, anak merasa tidak didengar, bahkan takut dihakimi, maka kekosongan emosional itu bisa membuat mereka mencari pelarian yang salah, termasuk narkoba."

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa, meningkat dibandingkan 2023. Kelompok usia 15 hingga 24 tahun menjadi salah satu yang paling rentan sehingga penguatan ketahanan keluarga harus menjadi prioritas.

Sementara itu, Abdul Aziz mengungkapkan kondisi peredaran narkoba di Kalimantan Selatan masih memprihatinkan. Ia menilai penyalahgunaan narkoba telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari remaja hingga orang dewasa, bahkan telah masuk ke lingkungan permukiman.

"Keluarga adalah benteng utama. Sebagus apa pun penegakan hukum, kalau komunikasi dalam keluarga lemah, anak akan lebih mudah terpengaruh lingkungan," kata Abdul Aziz. "Kejahatan juga terjadi karena adanya niat dan kesempatan, sehingga keduanya harus dicegah sejak dari rumah."

Senada dengan itu, Akhmadi menilai pendidikan karakter di rumah harus berjalan seiring dengan pendidikan di sekolah. Menurutnya, kedekatan emosional antara orang tua dan anak menjadi modal penting agar anak memiliki keberanian menyampaikan persoalan yang dihadapi tanpa rasa takut.

"Anak harus merasa dekat dengan orang tuanya," ujarnya. "Ketika keluarga kuat, agama ditanamkan sejak dini, dan lingkungan pergaulan diawasi, maka peluang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba akan semakin kecil."

Para narasumber berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan aparat dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, tetapi juga memperkuat fungsi keluarga sebagai ruang pertama pembentukan karakter. Melalui komunikasi yang terbuka, pengawasan yang bijaksana, dan kasih sayang yang konsisten, keluarga diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....