Wagub Sulteng Dorong Kabupaten Maupun Kota Tekan Kematian Ibu dan Bayi

  • 02 Jul 2026 15:38 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, membuka Pertemuan Evaluasi Penurunan Kematian Ibu akibat Perdarahan Postpartum dan Penanganan Eklampsia, serta Kematian Bayi akibat Prematuritas dan Asfiksia melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa sebagian besar kasus kematian ibu dan bayi sebenarnya dapat dicegah apabila deteksi dini, sistem rujukan, dan pengambilan keputusan dilakukan secara cepat. Ia menyoroti masih adanya keterlambatan di tingkat keluarga dalam membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan sehingga kondisi pasien sering kali memburuk saat tiba di rumah sakit.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas kesehatan, tetapi juga ditentukan oleh koordinasi yang kuat antara bidan koordinator, puskesmas, rumah sakit, serta komunikasi yang baik dengan keluarga sejak awal masa kehamilan.

"Kuncinya adalah pengawalan sejak awal kehamilan. Jika ditemukan kehamilan berisiko, keluarga harus segera diberikan pemahaman bahwa persalinan harus dilakukan di rumah sakit. Kolaborasi yang kuat antara puskesmas, bidan dan rumah sakit menjadi penentu keselamatan ibu dan bayi," tegas Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido.

Wakil Gubernur juga mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah untuk membangun sistem pendampingan bagi ibu hamil berisiko tinggi. Selain itu, ia mengusulkan pemberian penghargaan kepada daerah yang berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Ia turut meminta seluruh rumah sakit memastikan kesiapan tenaga medis, khususnya dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), agar penanganan kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

"Kita harus terus memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan dan pemerintah daerah. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas," tandasnya.

Pertemuan evaluasi AMPSR tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....