2.211 Mahasiswa KKN UIN Saizu Siap Berdayakan Desa dan Ekonomi

  • 30 Jun 2026 21:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 2.211 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan ke-58 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengikuti Workshop Pemberdayaan Masyarakat Tahap II Gelombang 1. Kegiatan yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu itu menjadi bekal sebelum mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian.

Workshop bertema "Saizu Memberdaya: Menguatkan Umat, Menghijaukan Desa, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat" tersebut berlangsung di Auditorium Utama UIN Saizu mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Pembekalan dilakukan secara bertahap sesuai dengan wilayah penempatan mahasiswa di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen hingga Pangandaran.

Ketua LPPM UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ansori, mengatakan KKN Berdampak Angkatan ke-58 diikuti oleh 2.211 mahasiswa. Sebanyak 2.101 mahasiswa mengikuti skema KKN reguler, sementara sisanya mengikuti berbagai program khusus seperti KKN Responsif, KKN Nusantara, KKN Terpadu Internasional, KKN Tematik, KKN Kolaborasi PTKIN dan KKN Kampung Zakat.

Selain melibatkan mahasiswa internal, program KKN tahun ini juga diikuti 128 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain yang akan bergabung dengan kelompok KKN UIN Saizu di Kabupaten Kebumen. Mereka berasal dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Madura.

Prof. Ansori menegaskan mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membawa nama baik kampus di tengah masyarakat. "KKN merupakan salah satu bentuk kehadiran perguruan tinggi di masyarakat. Karena itu, upayakan semaksimal mungkin agar kehadiran UIN Saizu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Saizu, Prof. Sulkhan Chakim, mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat sejak awal kedatangan di lokasi pengabdian. "Mahasiswa hadir itu harus bisa membangun trust. Pandangan pertama harus bisa memberikan kesan yang baik kepada masyarakat, baik dari penampilan, cara berbicara, maupun cara berkomunikasi," katanya.

Menurut Prof. Sulkhan, pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan dan mencari solusi bersama warga. "Pemberdayaan dimulai dari menemukan satu persoalan, kemudian mencari solusi bersama masyarakat dan menggerakkannya secara berkelanjutan hingga menjadi perubahan yang berdampak," ucapnya menjelaskan.

Melalui pembekalan intensif selama lima hari, UIN Saizu menargetkan seluruh peserta KKN Angkatan ke-58 memiliki kesiapan akademik, sosial dan spiritual sebelum diterjunkan ke masyarakat pada 16 Juli hingga 24 Agustus 2026. Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat kehidupan umat, mendorong pembangunan desa, serta menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....