Maraton Olimpiade 1904 Dikenang sebagai Perlombaan Paling Kacau dalam Sejarah

  • 30 Jun 2026 20:51 WIB
  •  Batam

Bagian 1

RRI.CO.ID, Batam - Maraton putra pada Olimpiade Musim Panas 1904 di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, dikenang sebagai salah satu perlombaan paling tidak biasa dalam sejarah Olimpiade. Digelar pada 30 Agustus 1904 dengan jarak sekitar 40 kilometer, perlombaan itu diwarnai cuaca panas, lintasan berdebu, minim pasokan air, hingga serangkaian insiden yang menimpa para pesertanya.

Sebanyak 32 atlet dari tujuh negara—Amerika Serikat, Prancis, Kuba, Yunani, Koloni Sungai Orange, Britania Raya, dan Kanada—mengikuti perlombaan tersebut. Namun, hanya 14 pelari yang berhasil mencapai garis finis.

Maraton dimulai pada pukul 15.00, saat suhu mencapai sekitar 32 derajat Celsius. Tidak seperti maraton modern yang umumnya dimulai pada pagi hari, para peserta harus berlari pada waktu terpanas sepanjang hari.

Jarak maraton saat itu juga belum distandarisasi. Di St. Louis, lintasannya sepanjang 24 mil dan 1.500 yard atau sekitar 40 kilometer. Lima putaran pertama dilakukan di lintasan stadion, sementara sisanya melewati jalan-jalan pedesaan.

Kendaraan panitia yang mengawal di depan dan belakang pelari menimbulkan awan debu di sepanjang lintasan. Debu tersebut memperburuk kondisi cuaca yang sudah panas dan lembap.

Rute perlombaan juga diubah pada menit-menit terakhir setelah akses menuju kawasan Creve Coeur rusak akibat hujan.

Dilansir dari Wikipedia, Selain itu, jalur maraton tidak dibersihkan dari berbagai rintangan. Para pelari harus menghindari lalu lintas kota, gerobak pengangkut barang, kereta api, trem, hingga pejalan kaki yang sedang berjalan bersama anjing mereka.

Maraton 1904 juga menjadi ajang yang menandai keikutsertaan dua atlet kulit hitam Afrika pertama dalam Olimpiade, yakni Len Taunyane dan Jan Mashiani, dua pria Tswana dari Afrika Selatan. Keduanya berada di St. Louis sebagai bagian dari pameran Afrika Selatan pada Pameran Dunia 1904 dan sebelumnya pernah bertugas sebagai pelari pesan jarak jauh pada Perang Boer Kedua.

Beberapa laporan menyebut keduanya berlari tanpa alas kaki. Namun, foto yang diambil sebelum perlombaan memperlihatkan Mashiani mengenakan sepatu.

Perlombaan itu kemudian semakin dikenal karena sejumlah kejadian yang tidak biasa. Frederick Lorz sempat disambut sebagai pemenang sebelum akhirnya didiskualifikasi karena diketahui menumpang mobil pada sebagian lintasan. Pemenang yang sah, Thomas Hicks, hampir pingsan dan mengalami halusinasi setelah diberi brendi, telur mentah, dan strychnine oleh para pelatihnya selama perlombaan. Sementara itu, pelari asal Kuba Andarín Carvajal, yang akhirnya finis di posisi keempat, sempat tidur siang setelah memakan apel yang sudah busuk.

(Bersambung: Bagian 2 – Frederick Lorz Didiskualifikasi,

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....