Anak Indonesia Mulai Jadikan AI sebagai Teman Curhat
- 30 Jun 2026 19:14 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) semakin akrab dengan kehidupan anak-anak Indonesia. Tidak hanya dimanfaatkan untuk membantu belajar atau mencari informasi, sebagian anak juga mulai menggunakan AI sebagai tempat berbagi cerita ketika merasa kesepian.
Temuan tersebut mengemuka dalam diskusi kelompok yang melibatkan peserta Forum Anak Nasional 2026, yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Save the Children Indonesia. Diskusi itu memperlihatkan bahwa AI dinilai mampu memberikan respons cepat, membantu memunculkan ide, hingga membuat sebagian anak merasa didengarkan.
Namun, para peserta juga menilai penggunaan AI secara berlebihan dapat memunculkan sejumlah risiko. Di antaranya ketergantungan emosional, berkurangnya kemampuan berpikir kritis, hingga meningkatnya kemungkinan menerima informasi yang keliru apabila jawaban AI tidak diverifikasi.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Rini Handayani, mengatakan perkembangan AI perlu disikapi secara bijak. Menurutnya, teknologi tersebut dapat menjadi sarana yang mendorong kreativitas dan inovasi, selama digunakan secara bertanggung jawab.
Rini mengingatkan pentingnya menjaga etika di ruang digital, memahami jejak digital, serta mendorong anak berani mencari bantuan kepada orang dewasa tepercaya ketika menghadapi persoalan kesehatan mental.
"Kemen PPPA juga terus mengajak anak-anak berperan sebagai pelopor dan pelapor dalam menciptakan ruang digital yang aman," jelasnya, Senin 29 Juni 2026,
Dalam webinar yang diikuti sekitar 270 peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu, Save the Children Indonesia turut mengingatkan berbagai risiko yang dihadapi anak saat beraktivitas di dunia digital. Ancaman tersebut meliputi perundungan siber, eksploitasi seksual secara daring, hingga pencurian identitas.
Senior Director Advocacy, Campaign and Government Relations Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat, mengatakan pesatnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan mental anak. Ia menilai keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam mengenali perubahan perilaku anak serta mendampingi mereka menggunakan teknologi secara sehat.
Selain membahas risiko, peserta Forum Anak Nasional juga merancang berbagai gagasan pemanfaatan AI untuk mendukung kesehatan mental dan perlindungan anak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat partisipasi anak dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....