Belajar dari Banjir 2025, BPBD Balangan Susun Rencana Kontingensi Banjir Bandang
- 30 Jun 2026 09:25 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Bandang kini tengah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan. Dokumen ini nantinya akan menjadi pedoman operasional bagi seluruh pemangku kepentingan saat menghadapi situasi darurat bencana.
Langkah ini diambil sebagai respons pasca-musibah banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi pada akhir Desember 2025 lalu. Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya perencanaan detail, mulai dari sistem peringatan dini hingga skenario pemulihan.
Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Balangan, Rizky Rahmatillah, menjelaskan pemahaman awal mengenai ruang lingkup rencana kontingensi ini perlu disamakan oleh seluruh unsur terkait. Koordinasi lintas sektor yang melibatkan OPD, TNI/Polri, kecamatan, relawan, hingga pihak swasta dinilai menjadi kunci utama.
"Expose KAK memaparkan tujuan, sasaran, metodologi, tahapan, serta target penyusunan dokumen. Sementara FGD Tahapan Awal difokuskan untuk menggali data, potensi ancaman, kapasitas, dan skenario banjir bandang yang pernah terjadi di Balangan," ujarnya Senin, 29 Juni 2026.
Penyusunan dokumen ini diarahkan untuk mengidentifikasi peran masing-masing sektor secara riil di lapangan. Melalui pemetaan tersebut, skenario respons yang disusun diharapkan dapat berjalan sesuai dengan kondisi wilayah Balangan.
Adanya dokumen ini diproyeksikan mampu memotong rantai birokrasi penanganan saat status darurat ditetapkan. Kejelasan mengenai pembagian tugas, jalur evakuasi, hingga skenario pemulihan pascabencana menjadi poin penting yang diatur di dalamnya.
"Dengan adanya Rencana Kontingensi, diharapkan respons saat kejadian menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Langkah ini juga diharapkan mampu meminimalkan dampak terhadap jiwa serta harta benda masyarakat," ucap Rizky.
Komitmen dan keakuratan data dari semua pihak sangat dibutuhkan sejak tahap perencanaan hingga simulasi lapangan nanti. Rizky menegaskan bahwa keberhasilan implementasi rencana ini tidak dapat bertumpu pada satu instansi saja.
Selesainya tahapan awal ini akan langsung diikuti dengan rangkaian pengumpulan data teknis serta analisis kerentanan wilayah. Uji coba melalui simulasi lapangan juga telah dijadwalkan guna mematangkan draf rencana penanganan tersebut.
"Kami berharap dokumen ini dapat segera rampung. Sehingga dapat menjadi acuan bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana," kata Rizky.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....