Tanamkan Mitigasi sejak Dini, BPBD Balangan Edukasi Bencana di Sekolah

  • 21 Jul 2026 10:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menggandeng SMPN 2 Paringin dan SMKN 1 Paringin untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada para siswa. Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata dalam menanamkan budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan sekolah.

Kegiatan bertema "Kesiapsiagaan dan Mitigasi dalam Menghadapi Bencana" ini difokuskan pada pembekalan pemahaman dasar terkait potensi risiko di sekitar. Terlebih mengingat tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai, kesiapan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat menjadi hal yang sangat penting.

Perwakilan BPBD Kabupaten Balangan, Rizky Rahmatillah, mengatakab siswa perlu memahami langkah-langkah penanganan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Pengetahuan ini dinilai penting agar seluruh peserta didik mampu menyelamatkan diri dengan aman tanpa memicu kepanikan.

"Kami ingin siswa juga mengenal potensi risiko di sekitarnya. Mereka harus tahu bagaimana cara menyelamatkan diri dengan aman dan tidak panik," ujar Rizky, Senin, 20 Juli 2026.

Lebih lanjut, Rizky menekankan materi kesiapsiagaan bencana wajib dipahami oleh seluruh warga sekolah tanpa terkecuali. Pembekalan mitigasi sejak awal diyakini dapat menciptakan ekosistem sekolah yang jauh lebih aman dan responsif.

"Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Jika mereka dibekali pengetahuan mitigasi sejak awal, maka sekolah akan menjadi tempat yang paling aman," ucapnya menambahkan.

Ia menjelaskan langkah edukasi ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang daerah. Upaya tersebut ditujukan untuk membangun Kabupaten Balangan yang tangguh dan siap siaga dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Melalui kegiatan ini, BPBD Balangan berharap dapat mencetak generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat. Para siswa diharapkan dapat menyebarkan pemahaman pengurangan risiko bencana hingga ke tingkat keluarga.

"Dengan begitu, budaya sadar bencana dapat tertanam sejak dini. Sehingga menjadi bagian dari karakter peserta didik," ucap Rizky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....