Keseimbangan Dunia Digital dan Aktivitas Nyata Penting bagi Anak Autisme
- 30 Jun 2026 11:04 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Anak dengan autisme perlu mendapatkan kesempatan yang seimbang antara penggunaan teknologi dan aktivitas di dunia nyata. Keseimbangan tersebut dinilai penting agar anak tidak hanya mengenal lingkungan melalui layar, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
Hal tersebut disampaikan Dosen dan Kepala Program Studi Sistem Informasi Institut Teknologi Batam (ITEBA), Alvendo Wahyu Aranski, saat menjadi pembicara dalam Indonesia Autism Summit (INAS) 2026 di Batam, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Alvendo, banyak anak saat ini menghabiskan waktu lebih lama di depan layar dibandingkan bermain bersama keluarga atau teman sebaya. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan anak dalam berinteraksi secara langsung.
Ia menyarankan agar orang tua mengajak anak mengulang aktivitas yang sebelumnya dilihat melalui video atau aplikasi. Misalnya, apabila anak menonton aktivitas berenang atau bermain, orang tua dapat mengajaknya mencoba kegiatan yang sama di dunia nyata.
"Ketika dia nonton, kita juga harus memvisualkan hal tadi. Dia akan merasa ternyata apa yang dia tonton ada versi nyatanya," ujarnya.
Selain itu, Alvendo mendorong orang tua untuk lebih sering mengajak anak melakukan aktivitas di luar rumah. Bermain bersama keluarga, berjalan di taman, atau melakukan permainan sederhana tanpa gadget dapat menjadi cara membangun interaksi sosial sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap layar.
Ia bahkan menerapkan cara tersebut dalam kehidupan keluarganya dengan memanfaatkan akhir pekan untuk mengajak anak beraktivitas di luar rumah agar memperoleh pengalaman langsung yang tidak bisa didapatkan dari layar digital.
"Teknologi itu bukan pengasuh, dia sebagai alat saja. Teknologi hanya mendukung, bukan menggantikan kebersamaan dan interaksi dari orang tuanya," tegasnya.
Alvendo menyimpulkan bahwa perkembangan teknologi tidak mungkin dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua mampu mendampingi, mengarahkan, dan menjaga keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata sehingga teknologi benar-benar menjadi sarana pendukung tumbuh kembang anak, bukan sebaliknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....