Satu Abad Gempa 1926, Padang Panjang Perkuat Budaya Siaga Bencana
- 29 Jun 2026 13:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Padang Panjang – Peringatan satu abad Gempa Padang Panjang 1926 menjadi momentum memperkuat budaya sadar bencana. Komitmen itu mengemuka dalam Seminar Internasional "Padang Panjang Kota Siaga Bencana" yang dibuka Wali Kota Hendri Arnis di Gedung DPRD, Senin 29 Juni 2026.
Hendri menegaskan Padang Panjang secara geologis rawan gempabumi dan bencana hidrometeorologi. "Padang Panjang secara geologis berada di kawasan rawan bencana, terutama gempabumi dan yang terbaru bencana galodo. Itu adalah fakta alam yang tidak bisa kita ubah. Namun, yang bisa kita ubah adalah cara kita menghadapinya," tegasnya.
Ia menyebut kesiapsiagaan harus menjadi budaya bersama seluruh elemen. "Pengurangan risiko bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, dan seluruh warga," ujarnya.
Wako mengapresiasi PJKIP Padang Panjang yang menginisiasi seminar sebagai ruang berbagi pengetahuan membangun masyarakat tangguh bencana.
Dukungan juga disampaikan DPRD. Ketua DPRD Imbral menyatakan siap mengawal mitigasi melalui legislasi dan anggaran.
"Bencana memang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan jika mitigasi sudah menjadi budaya sehari-hari. Kami di DPRD berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran yang berpihak pada keselamatan warga," katanya.
Ketua PJKIP Rifnaldi berharap seminar melahirkan rekomendasi aplikatif. "Semoga kolaborasi ini melahirkan rekomendasi taktis yang aplikatif demi mewariskan kota yang lebih aman bagi generasi mendatang," ujarnya.
Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Di antaranya Dr. Suryadi, M.A. dari Leiden University membahas arsip sejarah Gempa 1926, Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si., Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, Undri, S.S., M.Si., serta Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang Dr. Suaidi Ahadi, M.T.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, Kapolres AKBP Wisnu Hadi, kepala OPD, ketua RT, kepala sekolah, kader PKK, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....