Wagub Nyanyang Dorong Pertanian Modern Perkuat Ketahanan Pangan Kepri

  • 29 Jun 2026 03:34 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pembangunan pertanian modern di Provinsi Kepulauan Riau. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Provinsi Kepulauan Riau Masa Bakti 2026–2031 di Hotel Harmoni One, Batam, Minggu (28/6/2026).

Dalam sambutannya, Nyanyang mengatakan bahwa meskipun Kepulauan Riau merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari lebih dari 2.028 pulau, sektor pertanian tetap memiliki peluang besar untuk berkembang. Menurutnya, tantangan geografis seperti keterbatasan lahan, kondisi tanah, distribusi sarana produksi, hingga tingginya biaya logistik harus dijawab dengan inovasi dan kolaborasi, bukan menjadi alasan untuk berhenti berkembang.

Ia menilai karakteristik wilayah Kepulauan Riau justru membuka peluang untuk mengembangkan pertanian modern berbasis teknologi. Berbagai konsep seperti urban farming, hortikultura, budidaya tanaman pangan lokal, perkebunan rakyat, hingga pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi dinilai sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Nyanyang berharap kepengurusan HKTI yang baru mampu menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan menjadi jembatan antara petani dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta pasar. Melalui sinergi tersebut, petani diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui pengolahan produk, pemasaran yang lebih luas, dan pemanfaatan teknologi digital.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, lanjut Nyanyang, berkomitmen menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi pertanian, pengembangan hilirisasi produk, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini telah berkembang menjadi sektor usaha yang modern, inovatif, dan memiliki prospek yang menjanjikan berkat dukungan teknologi digital, mekanisasi pertanian, sistem pertanian presisi, serta pemasaran berbasis platform digital. Keberhasilan pembangunan pertanian, tegasnya, tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan para petani.

Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang mengungkapkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Kepulauan Riau pada Mei 2026 mencapai 107,40 atau meningkat 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, perekonomian Kepri pada Triwulan I Tahun 2026 juga tumbuh sebesar 7,04 persen secara year-on-year, menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat kelima secara nasional. Ia optimistis kepengurusan HKTI yang baru mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pertanian Kepulauan Riau yang maju, mandiri, modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....