BPBD Sampang Dorong Desa Bentuk Destana Secara Mandiri
- 29 Jun 2026 18:17 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Kabupaten Sampang saat ini tengah berupaya mempercepat pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) guna meminimalisir risiko bencana di tingkat lokal. Mengingat keterbatasan anggaran daerah yang menjadi kendala utama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang kini secara aktif mendorong pemerintah desa agar mampu membentuk Destana secara mandiri.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sampang, Ahmed Baso mengatakan hingga saat ini, baru 21 desa yang telah resmi menyandang status Destana. Sementara itu, ketergantungan pada anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinilai tidak cukup untuk menjangkau seluruh desa yang membutuhkan. Sebagai gambaran, dibutuhkan dana sekitar Rp 50 juta untuk membentuk satu Destana.
Pihaknya menekankan bahwa ketangguhan desa tidak harus selalu menunggu bantuan dari tingkat kabupaten maupun provinsi. Untuk mendorong kemandirian tersebut, BPBD telah menyiapkan langkah konkret bagi desa-desa yang ingin bertransformasi menjadi Destana:
"Seperti BPBD mewajibkan setiap desa memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang Penanggulangan Bencana. Perdes ini merupakan syarat mutlak sekaligus payung hukum bagi desa dalam mengalokasikan anggaran untuk upaya mitigasi bencana," ungkapnya, Senin 29 Januari 2026.
Dia menegaskan bahwa kesadaran pemerintah desa untuk memiliki Perdes penanggulangan bencana menjadi kunci awal. Meskipun saat ini baru satu desa yang mendapatkan fasilitasi provinsi di tahun 2026, yaitu Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, BPBD optimistis bahwa melalui inisiatif mandiri, cakupan desa tangguh di Kabupaten Sampang akan terus bertambah secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....