Siswi Asal Buol Sulteng Raih Perak di Olimpiade Matematika Internasional
- 30 Jun 2026 12:29 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Keterbatasan fasilitas dan letak geografis tidak menghalangi prestasi gemilang yang ditorehkan Jeni Rebecca Katili. Siswi SMA Negeri 1 Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih Silver Medal pada ajang American Mathematics Olympiad (AMO) yang diikuti peserta dari 29 negara.
Prestasi tersebut menjadi semakin membanggakan karena Jeni merupakan satu-satunya peserta asal Sulawesi Tengah yang tampil dalam kompetisi matematika internasional tersebut. Sementara peserta Indonesia lainnya didominasi oleh siswa dari DKI Jakarta dan berbagai daerah di Pulau Jawa.
Jeni mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap matematika telah tumbuh sejak kecil. Keinginannya untuk mengukur kemampuan di tingkat dunia mendorongnya mencari informasi berbagai kompetisi internasional secara mandiri melalui internet hingga akhirnya menemukan American Mathematics Olympiad.
"Sebenarnya saya ikut kemarin itu modal nekat. Saya pengen coba uji ikut lomba yang internasional biar saya bisa mengukur kemampuan saya itu sudah dimana," ujar Jeni saat diwawancarai, Senin (29/6/2026).
Berbeda dengan peserta lain yang umumnya mendapat bimbingan intensif, Jeni mempersiapkan diri secara semi-otodidak. Ia memanfaatkan waktu luang di sekolah untuk belajar mandiri dan berdiskusi dengan guru matematika yang akrab disapa Pak Alka. Semangat belajarnya semakin tumbuh setelah melihat berbagai prestasi siswa di platform Champion of Champions (CoC) Ruang Guru yang kemudian menginspirasinya mengikuti kompetisi internasional.
Melalui informasi dari seorang teman yang bersekolah di sekolah internasional, Jeni mengetahui bahwa AMO terbuka bagi seluruh siswa, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Ia pun mendaftarkan diri secara mandiri tanpa melalui jalur seleksi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Dalam proses seleksi, peserta diwajibkan mengikuti ujian secara daring dengan pengawasan ketat menggunakan dua kamera melalui aplikasi Zoom. Selama ujian berlangsung, seluruh gerak peserta diawasi untuk memastikan tidak terjadi kecurangan.
"Ngerjainnya kan online, terus kameranya ada dari depan dan belakang. Jadi pas kerja soal nggak boleh banyak macam-macam, nggak boleh gerak sana-sini. Begitu beres, langsung lega sekali," kenangnya.
Seluruh perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Jeni sukses membawa pulang medali perak dan membuktikan bahwa siswa dari daerah 3T mampu bersaing di tingkat internasional.
"Ngerasa bangga juga sama diri sendiri, oh ternyata walaupun saya dari terpelosok, dari daerah 3T, saya ternyata bisa loh bersaing dengan teman-teman di luar sana. Apalagi kita ini bisa dibilang berada di daerah yang paling ujung dari Sulawesi Tengah," pungkasnya.
Prestasi Jeni Rebecca Katili diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Buol dan Sulawesi Tengah untuk terus berprestasi serta berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional, meski berasal dari daerah dengan keterbatasan fasilitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....