Perkuat Ketahanan Keluarga, TP PKK Jateng Ajak Aisyiyah Cegah Pernikahan Anak

  • 29 Jun 2026 13:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga(TP PKK) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak Aisyiyah untuk memperkuat peran dalam menjaga ketahanan keluarga melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan anak. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu menghadapi tantangan sosial di masa depan.

Ajakan itu disampaikan Nawal saat menjadi narasumber dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu 27 Juni 2026. Pada kegiatan tersebut, ia menyampaikan materi tentang fiqih kesehatan reproduksi, pencegahan kawin usia anak, dan pergaulan bebas.

Nawal menegaskan, ketahanan keluarga menjadi salah satu aspek yang harus terus diperkuat karena keluarga merupakan tempat pertama pembentukan karakter dan kualitas generasi. Oleh sebab itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perlindungan anak perlu diperluas hingga ke tingkat masyarakat.

Ia menilai Aisyiyah memiliki posisi strategis untuk menjalankan peran tersebut melalui program Qoryah Thoyyibah yang telah menjangkau berbagai wilayah hingga tingkat desa. Program itu dinilai mampu menjadi sarana efektif dalam menyampaikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Ketahanan keluarga menjadi salah satu concern yang terus diperkuat. Saya juga meminta kontribusi dari Aisyiyah untuk penguatan kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan anak, dan penguatan lainnya, yang dapat disampaikan melalui program Qoryah Thoyyibah,” ujar Nawal.

Menurutnya, peran Aisyiyah tidak hanya penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, tetapi juga dalam mengidentifikasi persoalan yang dihadapi warga. Dengan keterlibatan aktif organisasi perempuan tersebut, berbagai masalah sosial dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Usai jambore, Aisyiyah direncanakan turun langsung ke desa-desa untuk memetakan kebutuhan masyarakat. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi bahan rekomendasi pembangunan yang dapat diusulkan melalui Musrenbang Desa.

Langkah itu diharapkan mampu melahirkan program yang lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat upaya penanganan berbagai persoalan sosial. Mulai dari stunting, ketahanan pangan, hingga kemiskinan ekstrem dapat diatasi melalui kolaborasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Nawal berharap Jambore Dakwah Kemanusiaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Ia ingin kegiatan tersebut melahirkan gerakan nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat pembangunan di Jawa Tengah.

“Terima kasih untuk Aisyiyah, mudah-mudahan hasil jambore ini memberikan banyak kontribusi positif bagi warga Jawa Tengah. Aisyiyah terus berkembang, maju, dan terus berkontribusi,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....