Amien Widodo: Gempa Venezuela Dipicu Pergeseran Patahan Aktif

  • 28 Jun 2026 00:01 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pakar kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, menjelaskan gempa berkekuatan magnitudo 7,5 yang mengguncang Venezuela dipicu oleh pergeseran patahan aktif. Meski berkekuatan besar, gempa itu tidak memicu tsunami karena pusat gempanya berada di daratan.

Menurut Amien, kekuatan gempa tersebut tergolong sangat besar sehingga menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan. Dampak kerusakan juga terlihat dari sejumlah video yang beredar di media sosial.

"Peristiwa gempa bumi di Venezuela terjadi karena ada pergeseran patahan. Magnitudo 7,5 itu cukup besar dan menyebabkan kerusakan bangunan yang cukup parah," ujar Amien, Sabtu, 26 Juni 2026

Amien menjelaskan, karakteristik gempa di Venezuela berbeda dengan gempa besar yang pernah melanda Aceh pada 2004. Perbedaan utama terletak pada lokasi sumber gempa.

"Gempa di Venezuela terjadi di daratan sehingga tidak menimbulkan tsunami. Berbeda dengan gempa di Aceh yang terjadi di lautan, sehingga memicu tsunami," katanya.

Ia menerangkan, gempa yang berpusat di bawah laut, terutama pada jarak yang cukup jauh dari daratan, berpotensi menggeser dasar laut dan memindahkan massa air dalam jumlah besar. Kondisi inilah yang menjadi pemicu terbentuknya gelombang tsunami.

"Kalau gempa bumi terjadi di tengah lautan atau lebih dari sekitar 100 kilometer dari daratan, seperti yang terjadi di Aceh, potensi tsunami bisa muncul karena adanya pergeseran dasar laut," ujarnya.

Amien menambahkan, tidak semua gempa bumi berkekuatan besar otomatis memicu tsunami. Potensi tsunami sangat bergantung pada lokasi pusat gempa dan mekanisme pergerakan patahan yang terjadi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mengaitkan setiap gempa besar dengan ancaman tsunami, melainkan menunggu informasi resmi dari otoritas kebencanaan berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ilmiah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....