DKUPP Sumenep Benarkan Harga Telur Turun, Penyebab Masih Dikaji

  • 27 Jun 2026 09:50 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep membenarkan adanya penurunan harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional. Temuan tersebut diperoleh setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Sumenep, Idham Halil, mengatakan harga telur saat ini turun menjadi sekitar Rp25 ribu per kilogram dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

"Hasil survei kami bersama TPID memang menunjukkan adanya penurunan harga telur di pasaran," ujar Idham, Jumat 26 Juni 2026.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama turunnya harga komoditas tersebut. Menurutnya, telur berbeda dengan komoditas pertanian yang memiliki musim panen tertentu karena produksinya berlangsung setiap hari.

Ia juga menilai penurunan harga tersebut tidak berkaitan langsung dengan liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, tren penurunan harga sudah terjadi sebelum program tersebut memasuki masa jeda.

Idham menambahkan, hingga saat ini penurunan harga telur belum menimbulkan gejolak di masyarakat. Berbeda dengan beras yang menjadi kebutuhan pokok utama, telur masih dapat digantikan dengan sumber protein lain sehingga dampaknya terhadap konsumen relatif lebih kecil.

"Komoditas yang paling berpotensi memicu kepanikan masyarakat adalah beras. Sementara untuk kebutuhan pokok lainnya, kondisi harga masih relatif stabil," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....