Dukcapil Jemput Bola, Siswa Tak Perlu Antre Urus e-KTP

  • 26 Jun 2026 06:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataran-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram kembali menghadirkan layanan perekaman e-KTP keliling ke sekolah-sekolah sebagai upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada pelajar. Program yang mulai dijalankan pada masa orientasi sekolah (MOS) tahun ajaran 2026/2027 ini menyasar siswa yang telah berusia 17 tahun atau akan segera memasuki usia wajib memiliki kartu identitas.

Sekretaris Dukcapil Kota Mataram, Lalu Ahmad Gunadi, mengatakan layanan tersebut sebelumnya sempat dihentikan sementara akibat kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Namun, untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, Dukcapil melakukan penyesuaian anggaran operasional dengan memprioritaskan penggunaan bus layanan keliling.

“Agar layanan bisa dilaksanakan kembali terutama saat MOS, kami siasati dengan mengalihkan efisiensi BBM kendaraan lain ke bus layanan keliling,” ujarnya.Kamis 25 Juni 2026.

Dukcapil telah menyusun jadwal pelayanan yang mencakup seluruh SMA, MA, dan SMK di Kota Mataram, baik negeri maupun swasta. Tahap pertama perekaman telah dilaksanakan di SMA Negeri 7 Mataram dan akan berlanjut ke SMA Negeri 1 Mataram serta sekolah-sekolah lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Kita optimalkan pelayana untuk memastikan seluruh siswa yang memenuhi syarat dapat memperoleh akses layanan kependudukan secara mudah dan cepat." Ujarnya.

Menurut Gunadi, program jemput bola tersebut tidak hanya melayani siswa yang berdomisili di Kota Mataram, tetapi juga pelajar dari luar daerah yang menempuh pendidikan di Kota Mataram. Sistem administrasi kependudukan memungkinkan proses perekaman dilakukan di mana saja, meskipun pencetakan e-KTP tetap harus dilakukan di daerah asal sesuai alamat domisili.

“Mereka tetap kami layani untuk perekaman karena sistem memungkinkan, tetapi untuk pencetakan tetap di kabupaten asal,” jelasnya.

Jumlah peserta perekaman di setiap sekolah rata-rata berkisar 30 hingga 40 siswa. Dukcapil menyesuaikan jadwal layanan dengan agenda sekolah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak pelajar yang memiliki identitas kependudukan sejak dini.

"Dengan memiliki identitas dengancepat dan tepat bermanfaat untuk dapat mengakses berbagai layanan publik secara lebih mudah saat memasuki usia dewasa." Ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....