Tahun Baru Islam Momentum Perkuat Doa dan Ikhtiar Umat
- 26 Jun 2026 10:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kemenangan umat Islam tidak hanya ditentukan oleh kekuatan doa, tetapi juga ikhtiar nyata dalam menjalankan nilai-nilai agama di tengah kehidupan bermasyarakat. Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam momentum Tahun Baru Islam.
Hal tersebut dibahas dalam siaran "Tablig Udara" RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu malam, 24 Juni 2026, bersama Ustaz Johansyah. Mengangkat tema "Tahun Baru Islam sebagai Tonggak Pergerakan Islam untuk Menggapai Kemenangan", ia mengajak umat menjadikan hijrah sebagai momentum memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
Ustaz Johansyah menjelaskan bahwa para tokoh Islam terdahulu selalu menyeimbangkan ibadah dengan tindakan nyata. Menurutnya, tokoh seperti Salahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih menjadi teladan karena memadukan kekuatan spiritual dengan perjuangan untuk menegakkan keadilan.
Ia menegaskan bahwa doa merupakan kekuatan utama bagi setiap muslim. Namun, doa juga harus disertai dengan keberanian untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran.
“Doa itu senjata orang beriman. Kalau dikabulkan, insyaallah akan melahirkan keberanian melawan kemungkaran,” ujar Ustaz Johansyah.
Menurutnya, keberhasilan umat Islam pada masa lalu juga ditopang oleh persatuan dan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian. Karena itu, ia mengingatkan agar umat tidak mudah terpecah oleh berbagai kepentingan yang dapat melemahkan persaudaraan.
Ustaz Johansyah juga mengajak masyarakat menanamkan pendidikan karakter kepada generasi muda. Menurutnya, pembinaan akhlak, penguatan intelektual, dan pembiasaan hidup disiplin perlu dilakukan sejak usia dini.
“Kita harus mendidik anak-anak kita. Hal ini agar memiliki daya intelektual, kekuatan fisik, dan karakter keberanian,” ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas pribadi, ia menilai bulan Muharam merupakan momentum yang tepat untuk memperbanyak amal sosial, seperti menyantuni anak yatim dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian sosial tersebut dinilai menjadi bagian penting dari implementasi nilai-nilai hijrah.
Ustaz Johansyah menegaskan bahwa umat Islam harus menjadikan hijrah sebagai proses memperbaiki diri secara berkelanjutan. Menurutnya, keteguhan dalam meninggalkan perbuatan maksiat akan menjadi jalan menuju kemuliaan.
“Orang yang istikamah kuat pendiriannya. Kalau hijrah dari maksiat akan diberikan kemuliaan oleh Allah,” kata Ustaz Johansyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....