Puluhan Titik Panas Terdeteksi, BMKG Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

  • 26 Jun 2026 09:48 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi puluhan titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan pada awal musim kemarau 2026. Temuan tersebut menjadi peringatan dini bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikan Pengamat Meteorologi dan Geofisika Pertama BMKG Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam Kotabaru, Ismah Atikah Khairunnisa, S.Tr.Met., dalam siaran "Kentongan" RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemantauan satelit, BMKG mencatat terdapat 29 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan sedang atau medium di Kalimantan Selatan.

“Tingkat kepercayaan medium berkisar antara 30 hingga 79 persen. Karena itu, seluruh wilayah yang terdeteksi perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Ismah.

Ia menjelaskan, satelit BMKG bekerja memantau suhu permukaan bumi secara real time. Ketika terdeteksi anomali suhu yang lebih tinggi dibandingkan kondisi di sekitarnya, sistem akan menandainya sebagai titik panas atau hotspot.

“Hotspot merupakan indikasi awal adanya suhu permukaan yang tinggi. Namun, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan adanya kebakaran yang aktif,” katanya.

Ismah menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan hotspot dibagi menjadi tiga kategori, yakni rendah, sedang, dan tinggi. BMKG akan mengeluarkan peringatan dini apabila tingkat kepercayaan titik panas telah mencapai lebih dari 80 persen.

“Apabila tingkat kepercayaan satelit telah melampaui 80 persen. Maka lokasi tersebut berpotensi kuat telah memiliki titik api aktif,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan sejak dini sangat diperlukan agar titik panas kategori sedang tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Untuk itu, BMKG terus berkoordinasi dengan BPBD, Manggala Agni, serta berbagai instansi terkait dalam upaya mitigasi bencana.

Ismah menambahkan, karakteristik lahan gambut di Kalimantan Selatan turut meningkatkan risiko karhutla. Meskipun permukaan tanah tampak basah, bagian bawah gambut dapat tetap kering sehingga api berpotensi menyebar di bawah permukaan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan cuaca dan sebaran titik panas melalui situs web maupun media sosial resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....