DPRD Dompu Ajak Semua Pihak Bijak Sikapi Pemangkasan TKD

  • 25 Jun 2026 12:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – DPRD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengajak seluruh elemen daerah, baik eksekutif maupun legislatif, untuk menyikapi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) secara bijak.

Di tengah kondisi fiskal yang semakin terbatas, efisiensi anggaran dan penyesuaian belanja berdasarkan kebutuhan dinilai menjadi langkah utama agar roda pemerintahan tetap berjalan.

Wakil Ketua DPRD Dompu, Kurnia Ramadhan, menegaskan bahwa penurunan TKD yang dialami Kabupaten Dompu merupakan tantangan besar yang harus dihadapi bersama.

Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang menurun tidak hanya menjadi beban pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab seluruh unsur legislatif untuk ikut menyesuaikan pola penggunaan anggaran.

“Kondisi fiskal ini harus kita sikapi bersama. Tidak bisa hanya dibebankan ke eksekutif, legislatif juga harus ikut beradaptasi dengan situasi yang ada,” ujarnya, Kamis, 25 Jui 2026.

Ia menilai, pada masa lalu masih banyak belanja yang dianggap penting namun sebenarnya tidak terlalu mendesak. Dalam situasi sekarang, setiap pengeluaran daerah harus benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kalau dulu mungkin banyak hal yang dianggap prioritas, tapi sekarang semua harus disesuaikan. Belanja harus berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Semua harus skala prioritas,” tegasnya.

Kurnia mengatakan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk DPRD sendiri, harus mulai menata ulang pola belanja agar lebih efektif dan efisien.

Belanja habis pakai yang dinilai tidak mendesak seperti perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor (ATK), hingga belanja pakaian dinas, menurutnya perlu dikurangi untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.

Selain itu, ia juga menyoroti langkah digitalisasi yang mulai diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dompu. Sistem digital dianggap mampu menjadi solusi untuk menekan kebutuhan belanja operasional, terutama penggunaan ATK.

“Dengan digitalisasi, banyak kebutuhan yang bisa ditekan. Ini salah satu cara agar pengeluaran daerah lebih hemat,” katanya.

DPRD berharap langkah efisiensi yang dilakukan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat, melainkan menjadi strategi untuk memastikan program-program prioritas tetap berjalan di tengah tekanan fiskal yang ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....