Muharam, Momentum Refleksi Diri dari Kisah Nabi Adam dan Nabi Nuh
- 25 Jun 2026 06:46 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah Swt. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Ahmad Kusasi, S.Ag., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa pada bulan istimewa ini, Allah Swt melipatgandakan pahala maupun dosa dari setiap perbuatan manusia. Karena itu, umat Muslim diajak untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi berbagai perbuatan tercela.
Menurutnya, terdapat satu hari yang sangat istimewa di bulan Muharam, yakni 10 Muharam yang dikenal sebagai Hari Asyura. Hari tersebut dimuliakan karena berkaitan dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah para nabi.
“Kejadian yang perlu kita renungkan salah satunya adalah diterimanya tobat Nabi Adam as,” ujarnya. “Beliau berusaha semaksimal mungkin untuk meminta ampun atas segala kesalahannya dan diterima tobatnya pada 10 Muharam.”
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam. Seberapa besar dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan, Allah Swt akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertobat dan memperbaiki diri.
Selain itu, Hari Asyura juga dikaitkan dengan kisah keselamatan Nabi Nuh as dari banjir besar. Meski berdakwah selama ratusan tahun, hanya sebagian kecil umat yang mengikuti ajarannya. Namun, Nabi Nuh tetap bersabar dan teguh menjalankan perintah Allah Swt.
Menurut Ustaz Ahmad Kusasi, bulan Muharam menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan diri dan mengambil pelajaran dari kisah para nabi. Kesabaran, keteguhan iman, dan ketaatan kepada Allah merupakan nilai-nilai yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa para nabi yang memiliki kedudukan mulia pun tidak luput dari berbagai ujian dan cobaan. Karena itu, umat Muslim diharapkan tidak mudah mengeluh serta terus meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Muharam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....