Tahun Baru Islam, Momentum Evaluasi dan Perbaikan Diri
- 17 Jun 2026 19:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tahun Baru Islam 1 Muharam merupakan momen yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri serta memulai lembaran baru yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz M. Abrar A. Noer, S.Th.I, dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 17 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa penetapan bulan Muharam sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah menjadi penanda peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Menurutnya, setelah peristiwa hijrah tersebut, makna hijrah tidak lagi dipahami sebagai perpindahan secara fisik, melainkan perubahan dari keadaan yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik.
“Maka kemudian Nabi Muhammad saw memaknai hijrah sebagai seseorang yang berpindah dari keburukan-keburukan,” ujarnya. “Hijrah tersebut tidak lekang oleh waktu, tempat, atau zaman. Artinya, sepanjang hidup, hijrah ini harus selalu dilakukan.”
Ia menambahkan bahwa menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai titik balik menuju rida Allah Swt memerlukan langkah nyata dan konsisten. Salah satunya adalah dengan melakukan muhasabah atau evaluasi diri terhadap kekurangan yang masih dimiliki.
Umat Muslim juga diimbau untuk mengakui kesalahan serta menyadari dosa dan kekhilafan, baik kepada Allah Swt maupun kepada sesama manusia. Setelah itu, langkah berikutnya adalah bertobat dengan sungguh-sungguh, yaitu menyesali perbuatan dosa, menghentikannya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali.
Selain itu, umat Muslim dianjurkan menyusun target baru agar kehidupan di tahun yang baru memiliki arah yang jelas. Target tersebut diharapkan bersifat spesifik, terukur, dan realistis sehingga dapat dicapai secara bertahap.
Ustaz M. Abrar juga menekankan pentingnya memperbaiki akhlak dan hubungan antarmanusia. Menurutnya, rida Allah Swt juga dapat diraih melalui cara seseorang memperlakukan sesama, sehingga setiap konflik atau ganjalan hati perlu diselesaikan dengan orang tua, pasangan, keluarga, maupun teman.
Ia mengingatkan bahwa manusia hidup setiap hari, sedangkan kematian hanya terjadi sekali. Oleh karena itu, setiap kesempatan hidup yang diberikan hendaknya tidak disia-siakan, melainkan dimanfaatkan untuk kebaikan dan perbaikan diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....