Program Reklamasi MIND ID Tingkatkan Kualitas Keanekaragaman Hayati
- 24 Jun 2026 16:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperkuat pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui program reklamasi lahan pascatambang dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di berbagai wilayah operasional.
Hingga 2025, Grup MIND ID tercatat telah mereklamasi lebih dari 8.000 hektare lahan pascatambang serta merehabilitasi lebih dari 37.700 hektare DAS. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi praktik pertambangan berkelanjutan sekaligus upaya meningkatkan kualitas keanekaragaman hayati di kawasan operasional perusahaan.
Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi mengatakan, meningkatnya kebutuhan mineral strategis global harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang semakin baik dan terukur.
“Realisasi reklamasi dan perlindungan biodiversitas menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi Sustainability Pathway Grup MIND ID. Melalui pendekatan ini, setiap entitas didorong memiliki protokol pengelolaan biodiversitas yang memadai, khususnya di wilayah dengan nilai konservasi tinggi,” ujar Binahidra melalui keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara mencatat peningkatan indeks biodiversitas dari 1,757 menjadi 1,963. Sementara itu, PT Freeport Indonesia menjalankan program konservasi mangrove yang secara kumulatif telah menjangkau lebih dari 2.200 hektare.
Di sektor pengelolaan sumber daya air, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) fokus melakukan rehabilitasi daerah tangkapan air Danau Toba. Hingga 2025, luas rehabilitasi yang dilakukan telah mencapai lebih dari 4.000 hektare guna memperkuat fungsi hidrologis kawasan.
Kemudian, PT Timah Tbk juga mencatat peningkatan indeks biodiversitas dari 2,88 pada 2022 menjadi 3,26 pada 2025 melalui program reklamasi darat dan laut yang terintegrasi.
Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk merealisasikan reklamasi lahan pascatambang seluas 156,67 hektare di Blok Sorowako dan 1,42 hektare di area Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sepanjang 2025. Perusahaan juga telah melakukan rehabilitasi DAS seluas 17.877 hektare di berbagai wilayah Indonesia.
Binahidra menegaskan, keberlanjutan kini bukan lagi sekadar bagian dari operasional perusahaan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga akses terhadap pendanaan dan pasar global.
| Baca juga: Tantangan Berat Jakarta menuju Kota Global |
“Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, melainkan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati.
“Pembangunan itu bukan hanya soal pulau dan pariwisata, tetapi juga terkait perkapalan, aktivitas ekonomi maritim, hingga sektor perikanan,” kata Jumhur dalam Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026.
“Namun yang harus selalu diingat adalah bahwa proses pembangunan harus tetap berorientasi pada pelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati,” sambungnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....