Skrining Ulang 1.860 Anak, Lombok Barat Tekan Angka Stunting 9,47 Persen

  • 24 Jun 2026 08:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat langkah nyata dalam menurunkan angka stunting melalui program skrining ulang yang menyasar ribuan anak di berbagai wilayah. Program ini menjadi salah satu intervensi kesehatan prioritas yang kini kembali digencarkan dengan melibatkan tenaga medis spesialis.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, bersama Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana turun langsung meninjau pelaksanaan skrining ulang di Puskesmas Labuapi pada Sabtu 20 Juni 2026. Kegiatan ini memasuki hari ketiga pelaksanaan dan dilakukan secara serentak di 20 puskesmas se-Kabupaten Lombok Barat.

Sebanyak 1.860 anak yang terindikasi stunting menjadi sasaran pemeriksaan ulang untuk memastikan validitas data sekaligus menentukan langkah penanganan yang lebih tepat. Pemeriksaan ini juga melibatkan dokter spesialis anak guna memperkuat akurasi diagnosis dan intervensi kesehatan.

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati yang akrab disapa Ummi Nurul Adha menekankan pentingnya peran orang tua dalam proses penanganan stunting. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga kesadaran keluarga.

“Dalam skrining ini kami libatkan orang tua, baik ibu maupun ayah, agar mereka memahami secara utuh apa itu stunting dan dampaknya bagi masa depan anak,” ujarnya di sela pemantauan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyalurkan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) berupa susu formula khusus sebagai bagian dari intervensi gizi. Namun, ia menegaskan bahwa dukungan tersebut harus dibarengi komitmen keluarga.

“Kami sudah berupaya maksimal bersama Bupati dalam penanganan stunting ini, termasuk pemberian susu PKMK. Tetapi semuanya tidak akan berhasil tanpa peran aktif orang tua,” katanya menegaskan.

Wakil Bupati juga mengimbau agar orang tua disiplin mengikuti arahan tenaga kesehatan agar tumbuh kembang anak dapat optimal menuju generasi yang lebih sehat dan cerdas. Ia berharap upaya ini sejalan dengan visi Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

Sementara itu, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada Tim Percepatan Penurunan dan Penanganan Stunting (TP3S) Lombok Barat yang telah bekerja secara intensif di lapangan. Data yang dikumpulkan tim menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Hasil evaluasi menunjukkan tren positif, di mana angka stunting di Lombok Barat berhasil ditekan hingga 9,47 persen. Dari intervensi sebelumnya, sekitar 16 persen dari 1.552 anak penerima bantuan PKMK tercatat telah keluar dari kategori stunting.

Ke depan, Dinas Kesehatan Lombok Barat akan memperkuat pendekatan berbasis edukasi dan intervensi gizi berkelanjutan, termasuk penyusunan pola makan harian bersama ahli gizi agar penanganan lebih terarah.

“Upaya ini akan terus kami lanjutkan secara konsisten,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....