KODAERAL IV FGD Batam Perkuat Sinergi Keamanan Wilayah Perbatasan Strategis

  • 23 Jun 2026 16:13 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Batam kembali menjadi pusat pembahasan isu strategis keamanan wilayah melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Polda Kepulauan Riau bekerja sama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Hotel Nagoya Hill, Batam, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, akademisi, serta tokoh masyarakat guna memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas daerah.

Wakil Komandan Kodaeral IV, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han., didampingi Asintel Dankodaeral IV, turut menghadiri forum tersebut sebagai bentuk dukungan TNI Angkatan Laut terhadap penguatan koordinasi lintas sektor. Kehadiran unsur TNI dalam forum ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

FGD tersebut dibuka dengan kehadiran Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu, hadir pula Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti serta Ketua Pusat Studi Kepolisian UMRAH, Dahlan, S.H., M.H., yang memberikan pandangan mengenai pentingnya sinergi keamanan dan pembangunan daerah.

Dalam forum diskusi, peserta membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama, mulai dari situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, ancaman transnasional, keamanan wilayah perbatasan, hingga penguatan keamanan maritim. Pembahasan ini dinilai penting mengingat Kepulauan Riau merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain dan berada di jalur pelayaran internasional yang sangat sibuk.

Sebagai salah satu kawasan ekonomi unggulan nasional, Kepulauan Riau memiliki peran penting dalam mendukung perdagangan, investasi, dan aktivitas industri. Posisi geografis yang strategis tersebut menjadikan daerah ini rentan terhadap berbagai tantangan keamanan seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, kejahatan lintas negara, hingga pelanggaran wilayah perairan. Karena itu, koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas kawasan.

Keikutsertaan Kodaeral IV dalam kegiatan ini juga menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan. Selain menjaga kedaulatan negara, pengamanan wilayah maritim juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelancaran aktivitas pelayaran internasional yang melintasi perairan Kepulauan Riau.

Melalui FGD ini, seluruh peserta berharap dapat membangun kesamaan persepsi, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan kolaborasi antarinstansi. Dengan sinergi yang semakin kuat, stabilitas keamanan di Kepulauan Riau diharapkan tetap terjaga sehingga daerah ini dapat terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional yang aman, kondusif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....