Antisipasi Kekeringan, BPBD Kudus Siapkan 50 Tangki Air Bersih
- 23 Jun 2026 13:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD telah menyiapkan sekitar 50 tangki air bersih untuk membantu masyarakat apabila terjadi krisis air di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Jatmiko, mengatakan persiapan mitigasi telah dilakukan sejak Mei 2026 melalui rapat koordinasi penanganan kekeringan bersama berbagai pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Perkiraan BMKG, musim kemarau dimulai dari Juni hingga Oktober mendatang, Dan kemungkinan puncak musim kemarau di Agustus. Untuk itu kami sudah mempersiapkan diri untuk mitigasi bencana kekeringan," ujar Eko saat ditemui di kantornya, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Eko, hingga akhir Juni, kondisi di lapangan masih relatif terkendali. BPBD juga belum menerima laporan maupun permintaan bantuan air bersih dari desa-desa yang berpotensi terdampak kekeringan.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Muhamad Isnuroso, menyebut sejumlah wilayah pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan berada di Kecamatan Mejobo, Kaliwungu, dan Jekulo. Namun demikian, ia menilai kondisi pertanian di Kabupaten Kudus secara umum masih cukup aman menghadapi musim kemarau tahun ini.
Menurut Isnuroso, lahan pertanian yang berada di sekitar aliran Sungai Juwana masih memiliki ketersediaan air yang cukup untuk kebutuhan irigasi. Selain itu, banyak petani telah memiliki sumur pertanian yang dapat dimanfaatkan saat pasokan air berkurang.
"Secara umum untuk wilayah pertanian di Kudus relatif aman, dan bantuan dari pusat terkait dropping pompa air sudah tersalurkan di kelompok tani. Bantuan ini sebagai langkah untuk mengamankan lumbung pangan agar tidak terpengaruh pada saat musim kemarau nanti," katanya.
Ia menambahkan, dukungan infrastruktur irigasi yang masih berfungsi baik serta bantuan pompa air dari pemerintah diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau berlangsung. Melalui berbagai langkah mitigasi tersebut, pemerintah daerah berharap dampak kekeringan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat maupun sektor pertanian dapat diminimalkan selama musim kemarau 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....