Global Talent Day 2026, Kemenko PM Dorong Pekerja Migran Tinggalkan Jalur Ilegal
- 23 Jun 2026 11:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kebumen - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus mendorong calon pekerja migran Indonesia menggunakan jalur resmi dalam mencari peluang kerja di luar negeri. Melalui Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo 2026, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan agar terhindar dari praktik penempatan ilegal serta lebih siap bersaing di pasar kerja global.
Kegiatan ini akan berlangsung di Pendopo Kabumian dan Aula Setda Kabupaten Kebumen pada Selasa-Kamis, 24-26 Juni 2026. Ajang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta Indonesia yang terampil, kompetitif, dan terlindungi saat memasuki dunia kerja internasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Akan tetapi, juga memastikan mereka berangkat melalui jalur yang aman dan legal.
"Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir. Peluangnya besar, dan tugas kami sebagai penyelenggara negara memastikan jalurnya resmi dan aman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Leontinus, permintaan tenaga kerja di berbagai negara terus meningkat, terutama di negara-negara yang mengalami fenomena penuaan penduduk seperti Jepang dan Jerman. Peluang tersebut terbuka di berbagai sektor, mulai manufaktur, perawatan lansia, hospitality hingga pertanian.
Namun demikian, masih banyak peluang kerja yang belum terserap secara optimal karena minimnya informasi serta masih adanya praktik penempatan pekerja migran secara nonprosedural. "Hal ini menegaskan pentingnya edukasi migrasi aman serta keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari workshop bersama narasumber dari KP2MI, kedutaan negara tujuan, IOM Indonesia, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, tersedia pula kelas percobaan bahasa Jepang, Korea, dan Jerman yang menjadi salah satu kebutuhan penting bagi calon pekerja migran yang ingin bekerja di luar negeri.
Peserta juga dapat mengikuti sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja, serta test center. Program tersebut sekaligus mendukung inisiatif SMK Go Global yang bertujuan menyiapkan lulusan pendidikan vokasi agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Leontinus berharap melalui kegiatan ini, nantinya akan semakin banyak calon pekerja migran yang memahami prosedur resmi dan terhindar dari praktik penempatan ilegal. "Kami berharap apa yang kami kerjakan di Kebumen dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya,” ucapnya.
Kebumen dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu daerah kantong pekerja migran di Jawa Tengah. Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah pekerja migran asal Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, dengan 46.751 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Kebumen.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Global Talent Day dan PMI Expo menjadi langkah penting untuk mendekatkan informasi peluang kerja sekaligus perlindungan bagi masyarakat.
"Banyak warga Kebumen khususnya dan Jawa Tengah umumnya yang merantau bekerja ke luar negeri. Kami ingin memastikan mereka berangkat dengan aman, terampil, dan terlindungi," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....