Ibadah Haji Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Prinsip Syariah
- 23 Jun 2026 10:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai ritual spiritual tahunan umat Islam, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang sangat besar dalam skala internasional. Perputaran ekonomi selama pelaksanaan haji dinilai memberikan manfaat luas bagi berbagai sektor.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu, 21 Juni 2026, bersama Ustaz Mujiburrahman, M.A. Menurutnya, aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan ibadah haji menunjukkan besarnya keterkaitan antara ibadah dan sistem ekonomi umat.
Ia menjelaskan bahwa perputaran ekonomi dalam pelaksanaan haji berjalan melalui prinsip tolong-menolong atau ta’awuniyyah dalam ekonomi Islam. Prinsip ini menekankan kerja sama antarpihak untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah yang melibatkan jutaan jamaah.
“Haji ini merupakan satu rangkaian aktivitas yang berjalan dengan prinsip ekonomi Islam. Yaitu saling membantu dalam kebaikan,” ujar Ustaz Mujiburrahman.
Menurutnya, dampak ekonomi dari ibadah haji tidak hanya dirasakan oleh negara penyelenggara seperti Arab Saudi, tetapi juga negara asal jamaah, termasuk Indonesia. Manfaat tersebut mengalir melalui berbagai sektor, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi.
Ia menambahkan, prinsip ta’awuniyyah dalam ekonomi Islam memiliki kesamaan nilai dengan konsep koperasi yang berkembang di Indonesia. Dalam sistem tersebut, setiap anggota memiliki kedudukan yang setara tanpa adanya dominasi pihak tertentu.
“Dalam koperasi tidak ada yang paling kuat. Dan tidak ada yang paling lemah,” katanya.
Ustaz Mujiburrahman juga menanggapi inisiatif pemerintah dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Ia menyarankan agar konsep koperasi tersebut dapat dikembangkan dengan pendekatan berbasis syariah agar lebih sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam.
Menurutnya, koperasi berbasis syariah dapat menjadi model penguatan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sejalan dengan budaya gotong royong masyarakat Indonesia. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara kolektif tanpa praktik persaingan yang merugikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....