Pakar Ekonomi Unesa Beberkan Dampak Kenaikan Harga Energi

  • 22 Jun 2026 08:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya Heri Cahyo Bagus Setiawan menilai kenaikan harga bensin jenis pertamax perlu disikapi secara komprehensif bagi seluruh pihak masyarakat.Melalui rilisnya kepada RRI Minggu 21 Juni 2026, Heri mengatakan penyikapan kenaikan harga BBM perlu dilihat dari berbagai sisi.

Menurutnya, kebijakan energi selalu berada pada persimpangan antara kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan biaya hidup.

“Oleh karena itu, diskusi mengenai kenaikan Pertamax sebaiknya tidak berhenti pada perdebatan setuju atau tidak setuju, melainkan diarahkan pada bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi produktivitas ekonomi masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan dampak terbesar kenaikan tersebut bukan pada masyarakat yang berpenghasilan rendah, melainkan pada kelompok kelas menengah produktif dan pelaku UMKM. Hal tersebut terjadi karena elompok tersebut merupakan penggerak utama konsumsi rumah tangga sekaligus penopang sektor riil.

“Ketika biaya hidup meningkat dan ruang konsumsi mereka menyempit, masyarakat cenderung melakukan penyesuaian pengeluaran, menunda konsumsi, serta lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi maupun pengembangan usaha,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya efek yang sama dapat menjalar ke sektor properti, ritel, pariwisata, kuliner, perdagangan tradisional, jasa pengiriman, ekonomi kreatif, industri pengolahan pangan, pertanian, perikanan, dan berbagai UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Tidak hanya itu, industri otomotif misalnya melibatkan sektor karet dan ban, baja, aluminium, tembaga, kaca, tekstil, elektronik, plastik, industri komponen, logistik, pembiayaan kendaraan, asuransi, bengkel, hingga perdagangan suku cadang,” ujarnya.

Sebagai solusi, dirinya berharap kepada pemerintah agar mempercepat penguatan transportasi publik, meningkatkan efisiensi logistik nasional, memperluas pemanfaatan energi alternatif, mendorong penggunaan teknologi hemat energi bagi UMKM.

“Oleh sebab itu, tantangan yang perlu diperhatikan oleh seluruh instrumen bangsa bukan hanya bagaimana mengelola harga energi, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan dan optimisme masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap bergerak secara sehat,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....