Puluhan Gempa Dangkal Guncang Bali Subduksi Indo Australia-Eurasia
- 22 Jun 2026 07:26 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Puluhan gempabumi yang didominasi gempabumi dangkal kembali mengguncang Pulau Dewata dan wilayah sekitarnya pada periode minggu ke-2 bulan Juni 2026. Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, daerah Bali dan sekitarnya dilanda 67 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.7 sampai 4.1.
PMG Ahli Pertama, Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, dari puluhan gempabumi tersebut, didominasi gempa dengan magnitudo kurang dari 3 sebanyak 56 kejadian atau 83 persen dari total kejadian gempabumi. Sedangkan gempa bermangnitudo 3 sampai kurang dari 5 sejumlah 11 kejadian atau 16 persen dari total kejadian gempabumi dan nihil gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.
“Stasiun Geofisika Denpasar merilis puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya yang didominasi gempa dangkal. Puluhan gempabumi yang terjadi pada periode minggu ke-2 bulan Juni ini berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan aktivitas sesar aktif,” ujarnya.
Sementara berdasarkan kedalaman gempa, Azany Harits mengungkapkan, gempabumi yang mendominasi merupakan gempabumi dangkal kurang dari 60 km sebanyak 76 persen dari total kejadian gempabumi. “Gempabumi dangkal sebanyak 51 kejadian, 16 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 23 persen dari total kejadian gempabumi, dan nihil gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah bali dan sekitarnya,” tuturnya.
Stasiun Geofisika Denpasar juga mencatat sumber terjadinya puluhan gempa bumi dangkal sepanjang periode minggu kedua bulan Juni 2026. Sebanyak 38 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 29 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.
Masyarakat diimbau mengupdate informasi dan sumber terpercaya, karena hingga kini gempabumi belum bisa diprediksi. Karena itu diperlukan sosialisasi dan simulasi untuk menghadapi gempabumi untuk meminimalisir kerugian materiil dan korban jiwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....