Pemadaman Bergilir Terjadi di Jawa, PLN Kerahkan Tim Percepat Pemulihan

  • 20 Jun 2026 13:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf atas gangguan sistem ketenagalistrikan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. PLN saat ini terus mempercepat pemulihan sistem dan menjaga keandalan pasokan listrik.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Darmawan mengakui masyarakat menghadapi kesulitan akibat gangguan tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam proses penanganan dan pemulihan sistem.

"Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini," kata Darmawan Prasodjo.

Darmawan menyampaikan apresiasi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan Direktorat Jenderal Minerba yang membantu percepatan penanganan gangguan.

Menurut Darmawan, pemerintah telah mengalokasikan medium prime coal atau batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah. Langkah itu dilakukan untuk menjaga operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Dengan alokasi medium prime coal atau batu bara dengan tingkat kandungan kalori menengah dan juga arahan dari Bapak Menteri ESDM, PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.

PLN juga mengapresiasi para pemasok batu bara yang telah menerima penugasan pemerintah. Para pemasok tersebut telah menandatangani kontrak dengan PLN maupun pembangkit milik mitra.

Darmawan mengatakan PLN mempercepat proses penandatanganan kontrak bagi pemasok medium prime coal yang telah mendapatkan penugasan pemerintah. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Minerba.

"Saat ini, proses penyaluran medium prime coal atau batu bara dengan tingkat kandungan menengah mulai mengalir pada PLTU di Sumatera dan Sulawesi, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau independent power producer," katanya.

Untuk wilayah Jawa bagian barat, pasokan batu bara mengalir ke PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara untuk Jawa bagian timur, pasokan mengalir ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar.

Di tengah upaya pemulihan tersebut, PLN juga menghadapi kendala teknis pada dua pembangkit besar milik mitra di Pulau Jawa. Kedua pembangkit independent power producer (IPP) itu mengalami gangguan sehingga keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

"Untuk itu kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan dengan lancar sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa," ujar Darmawan.

Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. PLN, kata dia, terus bekerja tanpa henti untuk mempercepat pemulihan sistem.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas adanya gangguan yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Kami bekerja siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera diselesaikan," ucapnya.

Darmawan juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulihan. Ia berharap seluruh perbaikan dapat berjalan lancar sehingga sistem ketenagalistrikan segera kembali normal.

"Semoga semuanya diberi kemudahan dan kelancaran sehingga sistem bisa segera pulih kembali," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....