Inflasi Sumenep Masih di Kisaran 5 Persen, Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Utama
- 16 Jun 2026 20:17 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Inflasi Kabupaten Sumenep pada Juni 2026 masih berada di kisaran 5 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menjadikan Sumenep sebagai daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di wilayah Madura.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan penyumbang utama inflasi saat ini masih berasal dari komoditas emas perhiasan yang harganya terus mengalami kenaikan.
"Untuk inflasi Sumenep di bulan Mei, secara tahun ke tahun masih di kisaran 5 persen. Pemicunya memang emas perhiasan yang sampai saat ini belum turun," kata Dadang, Selasa, 16 Juni 2026
Sementara itu, sejumlah komoditas pangan seperti beras, ayam ras, bawang dan cabai relatif masih terkendali. Meski terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, angkanya dinilai tidak terlalu signifikan.
Menurut Dadang, tingginya pengaruh emas terhadap inflasi Sumenep tidak lepas dari karakteristik masyarakat yang menjadikan emas sebagai salah satu instrumen investasi utama.
"Karakteristik masyarakat Madura, khususnya Sumenep, memang cukup tinggi dalam berinvestasi pada emas perhiasan. Karena itu, kami berupaya mengendalikan komoditas lain agar tetap stabil," ujarnya.
Pemerintah daerah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan kajian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan inflasi Sumenep tetap berada di atas daerah lain di Madura.
Meski demikian, inflasi bulanan di Sumenep masih tergolong terkendali. Pemerintah berharap kondisi tersebut dapat terus dijaga melalui pengendalian harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....