Maggot ternyata Bisa Kurangi Emisi Gas Metana dari Sampah Organik

  • 15 Jun 2026 12:26 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, S.T., M.Si., menilai pemanfaatan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi gas metana yang berasal dari sampah organik.

Hal tersebut disampaikan Julian saat memperagakan pengolahan sampah organik menggunakan maggot dalam rangkaian kegiatan Gerakan ASRI memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Jalan Kontener, Kabupaten Sorong, Senin 15 Juni 2026.

Menurutnya, sampah organik yang dibiarkan menumpuk akan mengalami proses pembusukan dan menghasilkan gas metana yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global dan perubahan iklim.

“Kalau sampah organik tidak diolah, maka akan menghasilkan gas metana yang berdampak terhadap pemanasan global. Karena itu pengolahan sampah harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Julian menjelaskan, penggunaan maggot memungkinkan sampah organik terurai lebih cepat sehingga mengurangi potensi terbentuknya gas metana di lingkungan.

Ia mengatakan dampak perubahan iklim saat ini sudah mulai dirasakan di berbagai daerah, mulai dari meningkatnya risiko banjir, longsor, kekeringan, hingga ancaman gagal panen yang merugikan masyarakat.

Karena itu, pengelolaan sampah organik menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Maggot bukan hanya membantu menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga mendukung upaya pengurangan emisi yang memicu perubahan iklim,” ujarnya.

Julian berharap edukasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah organik secara lebih bijak dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....