Ketua PB Annitho Aswaja: Perempuan Harus Kuat Spiritual dan Mandiri Ekonomi
- 13 Jun 2026 16:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Perempuan memiliki peran strategis tidak hanya dalam dakwah keagamaan, tetapi juga dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Nasional Annisa Thoriqoh Ahlussunah Wal Jammah (Annitho Aswaja) yang digelar di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Sabtu 13 Juni 2026.
Ketua Pengurus Besar (PB) Annitho Aswaja, Hj. Sechah Wal Afiyah mengatakan, organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai wadah bagi perempuan untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat. Annitho Aswaja memiliki kekhasan berupa pendampingan kepada kaum perempuan dalam mengenal dan mendalami thariqah sebagai bagian dari penguatan spiritualitas umat.
"Annitho mengajak ibu-ibu untuk mengenal, belajar, dan memasuki thariqah sehingga memiliki pegangan spiritual yang kuat dalam menjalani kehidupan sebagai umat Nabi Muhammad SAW," ujarnya. Meski berangkat dari penguatan nilai-nilai spiritual, Annitho Aswaja tidak membatasi gerak organisasinya hanya pada kegiatan keagamaan.
Sechah menegaskan juga fokus pada pemberdayaan perempuan melalui program-program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. "Kami ingin membangun perempuan yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya," katanya.
Ia menjelaskan bahwa kemandirian ekonomi dan pertanian menjadi dua program prioritas yang tengah dikembangkan organisasi. Melalui program tersebut, Annitho Aswaja berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Komitmen tersebut mulai diwujudkan melalui pengembangan dan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang melibatkan para anggota serta masyarakat sekitar.
Pada kegiatan Silaturahmi Nasional, sejumlah produk UMKM binaan turut dipamerkan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi umat. "Kami ingin UMKM menjadi salah satu sarana untuk mengangkat perekonomian jamaah. Karena dakwah tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga bagaimana membantu masyarakat menjadi lebih sejahtera," jelasnya.
Selain itu, Sechah menegaskan bahwa Annitho Aswaja membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai organisasi perempuan di Indonesia. Menurutnya, sinergi antarorganisasi menjadi kunci untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.
"Semangat kami adalah bersinergi, bukan bersaing. Semakin banyak perempuan yang bergerak bersama, semakin besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....