Saatnya Papua Barat Daya Bergerak Hadapi Krisis Iklim
- 13 Jun 2026 12:33 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam upaya menghadapi perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.
Hal itu disampaikannya dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim".
Menurut Julian, berbagai indikator global menunjukkan kondisi bumi saat ini semakin rentan akibat dampak pemanasan global dan peningkatan emisi gas rumah kaca.
"Dunia lingkungan saat ini sedang berada dalam kekhawatiran yang serius. Bumi tidak lagi sekadar panas, tetapi sudah memasuki fase yang mengkhawatirkan akibat perubahan iklim," ujarnya.
Ia menjelaskan dampak perubahan iklim telah dirasakan melalui meningkatnya kejadian banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga gagal panen di berbagai daerah.
Karena itu, pemerintah daerah mulai melakukan inventarisasi gas rumah kaca sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025. Inventarisasi dilakukan untuk mengetahui sumber emisi yang berasal dari berbagai sektor, termasuk transportasi dan pengelolaan sampah.
Julian mengatakan Papua Barat Daya telah memasukkan program ekonomi hijau, ekonomi biru, dan inventarisasi gas rumah kaca ke dalam dokumen pembangunan daerah sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan.
"Kita tidak bisa hanya berbicara tentang pembangunan ekonomi, tetapi juga harus memastikan lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang," katanya.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam aksi nyata menjaga lingkungan, mulai dari mengurangi sampah hingga melakukan penghijauan sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....