Persoalan Sampah di Sorong Berakar pada Perilaku Masyarakat

  • 13 Jun 2026 10:57 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Persoalan sampah masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan hidup di Papua Barat Daya. Pemerintah menilai masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, mengatakan hingga saat ini kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah masih sangat rendah. "Persoalan sampah yang kita hadapi hari ini sesungguhnya adalah persoalan perilaku. Memilah sampah dari rumah saja masih sangat sulit dilakukan," ujarnya saat dialog Sorong Menyapa RRI Sorong, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Julian, pemerintah terus melakukan berbagai upaya edukasi dan kampanye lingkungan, namun perubahan perilaku membutuhkan proses yang panjang dan konsisten. Ia menegaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Sampah organik perlu dipisahkan dan diolah menjadi kompos atau pakan ternak menggunakan teknologi maggot sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Julian menjelaskan proses pembusukan sampah organik yang menumpuk di TPA menghasilkan gas metana yang memiliki dampak lebih besar terhadap pemanasan global dibandingkan karbon dioksida. "Kita harus mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Yang dibuang ke TPA seharusnya hanya residu yang memang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi," katanya.

Ia juga mengapresiasi peran Bank Sampah Sorong Raya yang berhasil mengumpulkan puluhan ton sampah plastik setiap tahun. Menurutnya, gerakan tersebut perlu mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah maupun masyarakat.

Julian mengingatkan bahwa jika persoalan sampah tidak segera ditangani secara serius, maka ancaman pencemaran lingkungan akan semakin besar dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....